Markas Judol Asia Tenggara Pindah ke Hayam Wuruk, Dikelola 321 WNA

Bareskrim Polri mengamankan WNA di sebuah perkantoran kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Barat, terkait dugaan aktivitas judi online (judol) (foto: Ist)

KabarAktual.id – Polri mengungkap adanya pergeseran markas judi online dan kejahatan digital lintas negara dari kawasan Asia Tenggara ke Indonesia. Fenomena itu terungkap setelah penggerebekan sebuah gedung di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Barat, yang dijadikan pusat operasi judi online internasional.

Dalam penggerebekan tersebut, aparat menangkap 321 warga negara asing (WNA). Dari jumlah itu, sebanyak 275 orang telah ditetapkan sebagai tersangka.

Logo Korpri

Sekretaris National Central Bureau (NCB) Hubinter Polri Brigjen Untung Widyatmoko mengatakan sebelumnya aktivitas judi online, scamming, hingga penipuan investasi digital banyak berpusat di negara-negara seperti Myanmar, Kamboja, Laos, dan Vietnam.

Setelah negara-negara tersebut mulai melakukan penindakan besar-besaran, jaringan kejahatan siber mulai bergeser ke Indonesi “Perkembangan hari ini menunjukkan pola pergeseran tindak pidana transnasional sudah mulai beralih ke Indonesia,” kata Untung, dikutip Minggu (10/5/2026).

Menurutnya, kawasan Indo-China selama ini dikenal sebagai basis operasi perekrutan dan aktivitas kejahatan daring lintas negara, termasuk judi online dan berbagai modus penipuan digital yang menyasar korban internasional.

Polri mengaku telah memprediksi perpindahan jaringan tersebut dan mulai melakukan penindakan di sejumlah daerah seperti Surabaya, Denpasar, Surakarta, Yogyakarta, Batam, Sukabumi, hingga Bogor. “Setelah ditertibkan mulai terjadi pergeseran ke Indonesia dan itu sudah kami antisipasi,” ujarnya.

Untung mengatakan gedung di kawasan Hayam Wuruk yang digerebek itu dari luar tampak seperti bangunan biasa. Namun di dalamnya ternyata menjadi pusat aktivitas gambling online jaringan internasional. “Kalau melihat situasi gedung ini, memang dari luar sangat tidak diduga bahwa di dalamnya terdapat aktivitas tindak pidana gambling online,” katanya.

Polri juga menegaskan ancaman jaringan judi online internasional tidak hanya menyasar masyarakat Indonesia, tetapi juga korban dari luar negeri.

Untuk mengantisipasi masuknya operator judi online asing ke Indonesia, Polri kini berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Imigrasi guna memperketat pengawasan terhadap warga negara tertentu yang diduga memiliki keterkaitan dengan kejahatan siber lintas negara.

Dalam keterangannya, Untung menyebut sejumlah wilayah yang selama ini dikenal sebagai pusat server judi online di Asia Tenggara, seperti Myawaddy di Myanmar, Sihanoukville di Kamboja, hingga Poipet dan Bavet. “Server-server yang tadinya berada di sana sekarang mulai digeser ke wilayah Indonesia,” pungkasnya.[]

Logo Korpri Logo Korpri