News  

AMANAH Gandeng BSI Perkuat UMKM dan Wirausaha Muda Aceh

KabarAktual.id – Yayasan Aneuk Muda Aceh Unggul dan Hebat (AMANAH) memperkuat kolaborasi strategis dengan Bank Syariah Indonesia (BSI) guna mendorong pengembangan UMKM dan kewirausahaan generasi muda sebagai motor pertumbuhan ekonomi baru di Aceh.

Komitmen tersebut mengemuka dalam pertemuan Ketua Yayasan AMANAH, Dr. Ir. Syaifullah Muhammad, ST, M.Eng, dengan Regional CEO BSI Aceh, Imsak Ramadhan, di Gedung Landmark BSI Aceh, Selasa (10/3/2026).

Logo Korpri

Dalam pertemuan itu, Syaifullah didampingi Direktur Badan Pekerja AMANAH Dr. Safwan Nurdin, Wakil Ketua Yayasan Dr. Iskandarsyah Madjid, serta sejumlah koordinator bidang.

Syaifullah mengatakan AMANAH berkomitmen membangun ekosistem pemberdayaan generasi muda Aceh yang tidak hanya berfokus pada peningkatan kapasitas individu, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. “Generasi muda harus menjadi penggerak ekonomi masa depan Aceh. Karena itu, AMANAH hadir untuk mendorong lahirnya wirausaha muda, inovator, dan pelaku ekonomi kreatif yang mampu menciptakan nilai tambah bagi daerah,” ujarnya.

Program pemberdayaan tersebut mencakup penguatan growth mindset, peningkatan soft skill dan hard skill, hingga sertifikasi kompetensi agar generasi muda mampu mandiri secara ekonomi.

Sebagai pusat pengembangan ekonomi kreatif, AMANAH juga mengelola kawasan pemberdayaan ekonomi di Kawasan Industri Ladong, Kabupaten Aceh Besar, dengan nilai investasi sekitar Rp200 miliar yang diresmikan pada akhir 2024.

Kawasan seluas sekitar lima hektare itu dirancang sebagai pusat inovasi dan inkubasi bisnis bagi generasi muda. Berbagai fasilitas tersedia, mulai dari gedung utama AMANAH, studio podcast, studio fashion, galeri UMKM, rumah kopi, rumah produksi nilam, rumah teknologi, rumah kemasan, hingga greenhouse hortikultura dan area budidaya ikan sistem bioflok.

Fasilitas tersebut juga dilengkapi sejumlah peralatan produksi bernilai tinggi seperti mesin roasting kopi, instalasi pengolahan minyak nilam, serta perangkat produksi dan pengemasan produk turunan seperti kosmetik dan skincare.

Dalam pertemuan itu, kedua pihak juga membahas peluang kolaborasi dalam pelatihan kewirausahaan, inkubasi bisnis UMKM, pemanfaatan fasilitas AMANAH untuk workshop, hingga penyelenggaraan event ekonomi kreatif dan expo UMKM.

Selain pengembangan UMKM, kerja sama juga diarahkan pada penguatan komoditas unggulan Aceh seperti kopi dan nilam yang memiliki nilai ekonomi tinggi serta potensi pasar ekspor.

Di sektor pangan, program pemberdayaan juga mencakup pemanfaatan greenhouse hortikultura, budidaya cabai, serta pengembangan perikanan dengan sistem bioflok untuk mendukung stabilitas harga pangan dan pengendalian inflasi daerah.

Regional CEO BSI Aceh, Imsak Ramadhan, menyatakan pihaknya menyambut baik inisiatif kolaborasi tersebut dan terbuka bekerja sama sepanjang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Menurutnya, BSI menjalankan tiga semangat utama dalam program pemberdayaan, yakni Sahabat Finansial, Sahabat Spiritual, dan Sahabat Sosial, sebagai bentuk komitmen dalam mendukung pembangunan ekonomi berbasis nilai syariah.

Sebagai langkah lanjutan, Yayasan AMANAH juga merencanakan re-launching AMANAH pada April 2026 untuk memperkenalkan kembali berbagai program sekaligus membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dengan pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, dan komunitas kreatif.

Melalui kolaborasi ini, AMANAH dan BSI diharapkan mampu melahirkan lebih banyak wirausaha muda Aceh serta memperkuat UMKM agar naik kelas dan berdaya saing.[]

Logo Korpri Logo Korpri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *