News  

Pemilik TPA Daycare Lamgugop Minta Maaf, tak Ada Hubungan Dengan TK Khalifah Aceh 3

KabarAktual.id — Akhirnya, pemilik Daycare Baby Preneur Lamgugop Banda Aceh, Husaini, tampil ke publik. Secara kesatria, dia menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, khususnya orang tua korban.

Permintaan maaf itu disampaikan melalui pernyataan resmi manajemen yang beredar luas di media sosial, Rabu (29/4/2026). Husaini menyesalkan insiden tersebut dan memahami keresahan yang dirasakan para orang tua.

Logo Korpri

“Kami selaku manajemen Daycare Baby Preneur menyampaikan permintaan maaf sebesar-besarnya atas kejadian yang terjadi,” ujar Husaini.

Baca juga: TPA Daycare Lamgugop Diduga Milik Oknum Pejabat, Juga Buka di Lokasi Lain

Ia menjelaskan keterlambatan penyampaian keterangan resmi dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap proses hukum yang sedang berjalan. Para pelaku, kata dia, telah ditetapkan sebagai tersangka oleh kepolisian, telah diberhentikan secara tidak hormat dan kini tengah menjalani proses hukum.

“Pelaku sudah diberhentikan secara tidak terhormat dan saat ini dalam penyelidikan kepolisian,” katanya.

Husaini meluruskan bahwa insiden tersebut tidak berkaitan dengan TK Khalifah Aceh 3 maupun jaringan Khalifah secara nasional.

Menurutnya, Daycare Baby Preneur dan TK Khalifah Aceh 3 merupakan dua entitas yang berbeda, baik dari sisi manajemen, operasional, maupun lokasi. “Kejadian tersebut tidak ada kaitannya dan tidak berada di bawah manajemen TK Khalifah Aceh 3,” tegasnya.

Husaini menyatakan pihak manajemen menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus kepada aparat penegak hukum serta berkomitmen mendukung proses yang berjalan.

Ia juga memastikan manajemen akan bertanggung jawab penuh dan melakukan evaluasi menyeluruh guna mencegah kejadian serupa terulang. “Kami akan bertanggung jawab penuh atas kejadian ini dan melakukan evaluasi agar hal serupa tidak terulang,” ujarnya.

Ia menambahkan, kasus ini cepat menjadi perhatian publik karena sejak awal pihak manajemen bersikap terbuka kepada orang tua terkait insiden yang terjadi.

Kasus penganiayaan bayi di daycare tersebut kini memicu kekhawatiran masyarakat terhadap keamanan anak di tempat penitipan. Sejumlah pihak mendesak agar pengawasan terhadap daycare diperketat serta standar perlindungan anak diperkuat untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.[]

Logo Korpri Logo Korpri