KabarAktual.id – Sejumlah kasus gangguan kesehatan yang diduga berkaitan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai memasuki disidik polisi. Badan Gizi Nasional (BGN) menyerahkan sepenuhnya prosesnya kepada aparat penegak hukum.
Kepala BGN Sudaryono mengatakan, beberapa laporan yang sebelumnya masih dalam tahap penyelidikan kini telah ditingkatkan menjadi penyidikan. Kasus tersebut berkaitan dengan dugaan keracunan makanan di sejumlah dapur penyedia MBG.
Bos BGN ini menegaskan, pidana atau tidaknya kasus keracunan MBG tergantung hasil penyelidikan dari pihak aparat penegak hukum. “Sejauh ini laporan yang kami terima dari kepolisian, beberapa titik dapur yang kemudian menyebabkan gangguan kesehatan keracunan makanan itu dilakukan penyelidikan dan ada yang sudah naik penyidikan,” kata Sudaryono seusai rapat bersama Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (3/9/2026).
Terkait kemungkinan adanya pihak yang ditetapkan sebagai tersangka, Sudaryono menegaskan keputusan tersebut sepenuhnya menjadi kewenangan kepolisian. “Apakah ada yang tersangka atau tidak, kita serahkan kepada hasil penyidikan atau penyelidikan oleh aparat penegak hukum di lapangan,” ujarnya.
Baca juga: Korban Berjatuhan … Prabowo Diminta Stop Ambisi Politik, Hentikan Program MBG !
Sudaryono mengatakan, BGN sebelumnya telah mengevaluasi sejumlah kasus gangguan kesehatan dalam pelaksanaan MBG. Dari hasil evaluasi tersebut, mayoritas kejadian diduga berkaitan dengan ketidakpatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP). “Dari kasus keracunan yang ada itu kalau kita breakdown, 80-90 persen karena tidak taat SOP,” katanya.
Ketidakpatuhan tersebut, antara lain, berkaitan dengan prosedur penyimpanan bahan makanan, penerimaan barang, pengaturan suhu, hingga batas waktu konsumsi makanan.
BGN sempat mencatat perbaikan setelah menerapkan pengaturan jam kerja bagi kepala dapur dan pengawas gizi pada dini hari serta sore hari. Menurut Sudaryono, selama sekitar tiga pekan setelah kebijakan itu diterapkan, laporan gangguan kesehatan relatif menurun.
Baca juga: MBG Menggerogoti Dana Pendidikan
Namun, dalam beberapa hari terakhir, kasus serupa kembali dilaporkan terjadi di sejumlah daerah, antara lain Sidoarjo, Agam, dan Rembang. Kondisi tersebut, kata Sudaryono, menjadi evaluasi serius bagi BGN.
Ia mengaku prihatin karena kasus gangguan kesehatan kembali muncul di tengah upaya memperketat pelaksanaan program MBG. “Kami sangat terpukul sebetulnya. Tapi ini, dan kami tidak boleh menyerah,” tegasnya.[]












