KabarAktual.id – Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh kembali menggelar Pasar Tani Roadshow sebagai upaya menjaga stabilitas harga pangan dan mengendalikan inflasi daerah. Kegiatan tersebut berlangsung di Lapangan Eks Kantor Cabang BRI, depan SMP Negeri 1 Meulaboh, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat, Rabu (24/6/2026).
Pasar tani tersebut diikuti 40 peserta yang terdiri atas pelaku UMKM, Perum Bulog, serta petani sayur dan buah. Kegiatan dipantau langsung oleh Kepala Bidang Hortikultura Distanbun Aceh, Chairil Anwar, bersama jajaran Bidang Hortikultura.
Sejumlah unsur pemerintah daerah dan instansi terkait turut hadir dalam kegiatan itu, di antaranya Bupati Aceh Barat, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Aceh Barat, Inspektorat Aceh Barat, Badan Pusat Statistik (BPS) Meulaboh, Bulog Meulaboh, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
Selain itu, kegiatan juga dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), termasuk Dandim dan Kapolres Aceh Barat.
Kepala Bidang Hortikultura Distanbun Aceh, Chairil Anwar, mengatakan Pasar Tani Roadshow merupakan salah satu langkah pemerintah untuk memperpendek rantai distribusi pangan sehingga masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya pengendalian inflasi, terutama terhadap komoditas strategis yang selama ini menjadi penyumbang kenaikan harga. “Dengan adanya Pasar Tani Roadshow di Kabupaten Aceh Barat, diharapkan dapat membantu menekan laju inflasi daerah, khususnya pada komoditas hortikultura yang memiliki pengaruh besar terhadap pembentukan inflasi,” ujarnya.
Selama empat jam pelaksanaan, Pasar Tani Roadshow mencatat omzet transaksi sebesar Rp141.991.000.Cabai menjadi salah satu komoditas yang paling diminati masyarakat. Sebanyak 100 kilogram cabai terjual dengan harga Rp40.000 per kilogram, lebih murah dibandingkan harga di pasar tradisional yang mencapai Rp50.000 per kilogram.
Selain cabai, bawang merah juga mendapat respons positif dari masyarakat. Komoditas tersebut terjual sebanyak 40 kilogram dengan harga Rp42.000 per kilogram, sementara harga di pasar tradisional berada di kisaran Rp45.000 per kilogram. Distanbun Aceh berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan di berbagai daerah guna menjaga keterjangkauan harga pangan, meningkatkan akses pasar bagi petani, serta memperkuat upaya pengendalian inflasi di Aceh.[]












