KabarAktual.id – Zohran Mamdani resmi dilantik sebagai Wali Kota New York City ke-112 pada Kamis (1/1/2026) dini hari waktu setempat. Pelantikan tersebut menandai sejarah baru, karena Mamdani menjadi wali kota Muslim pertama yang memimpin kota terbesar di Amerika Serikat itu.
Dilansir CNN dan Al Jazeera, Mamdani yang merupakan imigran asal Uganda dilantik tepat setelah tengah malam di sebuah stasiun kereta bawah tanah bersejarah yang sudah tidak beroperasi di Manhattan. Dalam prosesi pelantikan, ia mengucapkan sumpah jabatan dengan meletakkan tangannya di atas Al-Qur’an.
Sumpah jabatan Mamdani dibacakan oleh Jaksa Agung Negara Bagian New York, Letitia James, yang sebelumnya disebut Mamdani sebagai salah satu inspirasi politiknya. “Ini benar-benar suatu kehormatan dan hak istimewa seumur hidup,” ujar Mamdani sesaat setelah dilantik.
Baca juga: “Turn the Volume Up” yang Membungkam Kesombongan Trump
Mamdani sebelumnya dikenal sebagai mantan anggota Dewan Negara Bagian New York dari Queens. Namanya menarik perhatian nasional dan internasional setelah secara mengejutkan memenangkan pemilihan pendahuluan Partai Demokrat pada musim panas lalu.
Dalam kampanyenya, Mamdani mengusung isu keterjangkauan biaya hidup. Ia berjanji menghadirkan program penitipan anak universal, membekukan kenaikan sewa bagi sekitar dua juta penyewa dengan sistem sewa stabil, serta menjadikan layanan bus kota lebih cepat dan gratis.
Pelantikan Mamdani berlangsung di peron stasiun kereta bawah tanah Balai Kota lama yang berada di bawah City Hall Park, Manhattan. Stasiun tersebut dikenal sebagai salah satu keajaiban arsitektur New York, dengan langit-langit lengkung berubin, jendela atap kaca berwarna, dan lampu gantung kuningan.
Stasiun Balai Kota lama ditutup sejak 1945 dan hanya sesekali dibuka untuk tur berpemandu. Lokasi ini merupakan salah satu dari 28 stasiun kereta bawah tanah asli New York yang dibuka pada 1904 dan menjadi simbol awal pertumbuhan serta inovasi transportasi di kota tersebut.
Usai pelantikan, Mamdani menyinggung makna simbolis lokasi tersebut. Ia menyebut stasiun bersejarah itu sebagai bukti pentingnya transportasi publik bagi vitalitas, kesehatan, dan warisan Kota New York.[]












