News  

Dispora Aceh Fasilitasi Keberangkatan Tim Tari Saman ke Korea Selatan

KabarAktual.id — Pemerintah Aceh melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) memfasilitasi keberangkatan tim Duta Saman Institute dari Perkumpulan Seni Budaya Gayo Aceh (LESBUGA) ke Korea Selatan. Mereka akan tampil pada ajang The 22nd Busan International Dance Festival (BIDF) 2026 di Kota Busan.

Delegasi budaya asal Aceh itu dijadwalkan mengikuti festival internasional yang berlangsung pada 2 hingga 9 Juni 2026. Dukungan tersebut diberikan atas atensi Gubernur Muzakir Manaf melalui Sekretaris Daerah Aceh.

Dalam kunjungan kerja di Jakarta pada 22–23 Mei 2026, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Aceh T. Banta Nuzullah yang diwakili Kepala Bidang Pengembangan Pemuda, Masri Amin, menyerahkan dukungan fasilitasi secara simbolis kepada tim Duta Saman Institute.

Pada kesempatan itu, Masri Amin juga menyampaikan pesan khusus dari Gubernur Aceh agar seluruh delegasi menjaga marwah Aceh dan nama baik Indonesia selama menjalankan misi kebudayaan di luar negeri. “Pemerintah Aceh berharap seluruh delegasi dapat tampil maksimal serta menjaga martabat daerah dan bangsa di ajang internasional,” kata Masri Amin.

Di sela agenda penyerahan dukungan tersebut, Masri Amin turut meninjau langsung latihan akhir tim Tari Saman di Tamini Square, Jakarta Timur.

Tari Saman yang berasal dari Gayo Lues telah ditetapkan UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia sejak 2011. Dalam festival di Busan nanti, tim Duta Saman Institute dijadwalkan tampil pada sejumlah agenda penting, mulai dari dua kali penampilan di panggung utama, satu sesi edukasi budaya, hingga memenuhi undangan khusus Pemerintah Kota Busan.

Penampilan delegasi Aceh juga akan diperkuat oleh seniman nasional asal Gayo, Fikar W. Eda. Ia akan membawakan puisi bertema Saman untuk memperkuat nuansa artistik pertunjukan di atas panggung.

Ketua Umum LESBUGA, M. Aris Gayo, menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Aceh terhadap keberangkatan tim budaya tersebut. Namun, menurutnya, dukungan tambahan dari berbagai pihak masih dibutuhkan agar misi kebudayaan itu dapat berjalan optimal.

Ia mengungkapkan, hampir 95 persen aktivitas Duta Saman Institute selama ini dijalankan secara mandiri demi menjaga eksistensi Tari Saman sebagai warisan budaya dunia. Karena itu, M. Aris Gayo berharap adanya keterlibatan lebih luas dari pemerintah daerah, sektor swasta, korporasi, hingga masyarakat peduli budaya untuk mendukung keberangkatan delegasi Aceh tersebut.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, pemangku kepentingan, dan para seniman menjadi bagian penting dalam memperkuat diplomasi budaya Indonesia di panggung internasional.[]