KabarAktual.id — Pegiat media sosial Permadi Arya kembali menuai kontroversi usai tampil dalam sebuah kegiatan di gereja dan melontarkan pernyataan yang dinilai provokatif terkait isu intoleransi di Indonesia.
Dalam video yang beredar di media sosial, Abu Janda terlihat berbicara di hadapan audiens menggunakan bahasa Inggris pada bagian awal acara. Pada sesi lain, ia juga menyampaikan pidato dalam bahasa Indonesia.
Abu Janda menyatakan dia seorang penganut Kristen. Pernyataan itu tentu saja bertolak belakang dengan identitas dia sebelumnya yang mengaku Islam, bahkan menjadi kader Ansor.
Salah satu pernyataan yang menjadi sorotan publik dalam video dia saat khotbah di gereja adalah saat ia menyinggung soal intoleransi di sejumlah daerah di Indonesia. Abu Janda mengaku heran karena wilayah yang memiliki embel-embel “Barat” justru disebutnya identik dengan sikap intoleran.
“Saya juga aneh. Daerah yang ada bar-barnya kok banyak orang bar-bar,” ujar Abu Janda dalam video tersebut, sambil mencontohkan Jawa Barat dan Sumatera Barat.
Pernyataan itu langsung memicu reaksi beragam dari warganet. Sebagian menilai ucapan tersebut berpotensi menyinggung masyarakat di daerah yang disebutkan.
Dalam video yang sama, dilansir Sabtu (23/5/2026), Abu Janda juga mengaku pernah menghadapi ancaman hukum karena menyampaikan keyakinannya. Ia bahkan menyebut pengalaman tersebut sebagai “jalan salib”.
“Saya pernah mau dipenjara karena mewartakan firman Tuhan. Tapi itu memang jalan salib saya,” katanya.
Kemunculan terbaru Abu Janda ini kembali mengingatkan publik pada kontroversi-kontroversi sebelumnya yang kerap menyeret namanya. Selain dikenal sebagai pegiat media sosial, Abu Janda juga pernah dikaitkan dengan organisasi kepemudaan Nahdlatul Ulama.
Pada 2021 lalu, Gerakan Pemuda Ansor sempat menyatakan bahwa Abu Janda merupakan kader organisasi tersebut. Bahkan, sejumlah informasi yang beredar menyebut ia pernah mengikuti pendidikan dan pelatihan Banser.
Namun, kedekatan Abu Janda dengan GP Ansor kala itu juga memicu polemik internal dan kritik dari sebagian kalangan warga Nahdlatul Ulama. Pasalnya, sejumlah pernyataannya di media sosial dinilai kerap menimbulkan kegaduhan di ruang publik.
Apakah ada kaitan peristiwa tersebut dengan isu Banser sering beetugas menjaga gereja? Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pihak Abu Janda maupun GP Ansor terkait video terbaru yang kembali viral tersebut.[]












