Aktivis Global Sumud Flotilla Diperlakukan tak Manusiawi, Dunia Kecam Israel

Menteri Israel Itamar Ben-Gvir mengunggah video perlakuan dirinya terhadap aktivis Flotilla yang ditahan di Israel (X/@itamarbengvir)

KabarAktual.id — Menteri Israel, Itamar Ben-Gvir, mengunggah video perlakuan dirinya terhadap para aktivis Global Sumud Flotilla yang hendak menuju Gaza. Para aktivis yang ditahan itu dengan tangan terikat terlihat dalam posisi berlutut dengan dahi menyentuh lantai.

Dilansir Al Jazeera, Rabu (20/5/2026), unggahan Ben-Gvir itu diberi caption “Selamat datang di Israel”. Lagu kebangsaan Israel berkumandang saat para aktivis diperlakukan tak manusiawi. Terlihat ada aktivis yang memegang paspor mereka di tangannya.

Tindakan tersebut langsung memicu kemarahan sejumlah negara. Italia, Prancis, Belanda, Kanada, Portugal, Spanyol, hingga Irlandia disebut memanggil duta besar Israel untuk menyampaikan protes resmi atas perlakuan terhadap para aktivis kemanusiaan tersebut.

Baca juga: Sembilan WNI Diculik Tentara Israel, Publik Soroti Keputusan Prabowo Gabung BoP

Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni menyebut tayangan itu tidak dapat diterima dan melanggar martabat manusia. Gambar-gambar Menteri Israel Ben Gvir, kata dia, tidak dapat diterima. “Tidak dapat diterima bahwa para pengunjuk rasa ini, termasuk banyak warga negara Italia, diperlakukan dengan cara yang melanggar martabat manusia mereka,” tulis Meloni melalui akun X.

Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot juga mengecam tindakan tersebut dan meminta warga negara Prancis yang ditahan segera dibebaskan.

Kecaman serupa datang dari Menteri Luar Negeri Kanada Anita Anand yang menyebut insiden itu “sangat mengkhawatirkan”. “Ini adalah masalah perlakuan manusiawi terhadap warga sipil dan kami menanganinya dengan sangat serius,” katanya kepada wartawan.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Belanda Tom Berendsen menilai perlakuan terhadap para tahanan melanggar martabat manusia.

Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung juga menyatakan warganya termasuk di antara aktivis yang ditahan Israel. Ia mempertanyakan dasar hukum tindakan militer Israel terhadap kapal misi kemanusiaan tersebut.

“Apa dasar hukumnya? Apakah itu perairan teritorial Israel? Jika terjadi konflik, dapatkah mereka menyita dan menahan kapal negara ketiga?” ujarnya.

Kementerian Luar Negeri Portugal mengecam keras tindakan yang disebut sebagai perilaku “tidak dapat ditoleransi”. Menteri Luar Negeri Spanyol Jose Manuel Albares menyebut perlakuan itu “mengerikan”, sedangkan Menteri Luar Negeri Irlandia Helen McEntee mengaku terkejut dan mendesak pembebasan segera para aktivis.

Sebanyak 430 aktivis Global Sumud Flotilla ditangkap tentara Israel saat menjalankan misi kemanusiaan menuju Gaza. Seluruh aktivis kini dilaporkan dibawa ke Israel untuk menjalani penahanan.[]