News  

Prabowo Sebut Ada Swasta Tertarik Manfaatkan Lumpur Sisa Banjir Sumatera

Presiden Prabowo Subianto meninjau pembangunan Jembatan Bailey Sungai Garoga di Tapanuli Selatan, Sumatra Utara (Sumut), Rabu 31 Desember 2025 (foto: YouTube Sekretariat Presiden)

KabarAktual.id – Presiden Prabowo Subianto mengungkap adanya pihak swasta yang tertarik memanfaatkan lumpur sisa banjir di wilayah Sumatera. Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat rapat terbuka usai meninjau hunian bagi korban bencana di Aceh Tamiang yang dibangun oleh Danantara.

“Gubernur melaporkan ke saya, ada pihak-pihak swasta yang tertarik. Dia bisa memanfaatkan lumpurnya di mana-mana, jadi tidak hanya di sungai, tapi yang di sawah dan sebagainya,” kata Prabowo, dikutip dari siaran daring YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (1/1/2026).

Logo Korpri

Prabowo mengatakan, apabila ada pihak swasta yang berminat membeli lumpur tersebut, pemerintah tidak mempermasalahkan selama manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh daerah terdampak.“Kalau ada swasta mau beli ya monggo. (Keuntungannya) silakan langsung dinikmati oleh daerah-daerah. Wah, Gubernur-Bupati ada semangat kalau tahu begitu. Pokoknya kita kerahkan semua upaya kita,” ujar Prabowo.

Menurut presiden, pembersihan lumpur sisa banjir di Sumatera saat ini terus dilakukan secara cepat dan efisien. Ia menyebut, penanganan lumpur juga berkaitan dengan pendangkalan kuala, yakni pertemuan aliran sungai yang bermuara ke laut. “Jadi saya kira ini bagus sekali. Jadi silakan tolong ini didalami dan kita laksanakan. Pendangkalan kuala-kuala, pembersihan kuala-kuala, membuka peluang, itu saya kira bagus sekali. Jadi akses sungai-sungai bisa bermanfaat bagi kita,” ungkapnya.

Prabowo menilai, pembersihan lumpur di kawasan kuala perlu dilakukan melalui operasi berskala besar dengan melibatkan para ahli dan perusahaan swasta yang memiliki kemampuan teknis, khususnya di bidang pengerukan. “Saya kira ini sudah lah kita bikin operasi besar saja. This is a big engineering operation. Ada perusahaan-perusahaan besar yang punya keahlian di bidang ini, dredging untuk pelabuhan dan sebagainya. Nanti juga bermanfaat itu,” kata Prabowo.

Selain membahas penanganan lumpur, Prabowo juga menegaskan pemerintah terbuka terhadap bantuan dari pihak mana pun untuk meringankan beban korban bencana di Sumatera. Namun, ia menggarisbawahi bantuan tersebut harus diberikan secara tulus dan melalui mekanisme yang jelas.“Kita tidak menolak bantuan, hanya mekanisme dan prosedurnya harus jelas, dan harus ikhlas. Karena kita pernah mengalami dibantu, tapi akhirnya ujungnya ada juga yang menagih,” ujar Prabowo.

Ia menambahkan, pihak yang ingin memberikan sumbangan diminta membuat pernyataan tertulis agar bantuan tersebut dapat dilaporkan dan disalurkan melalui pemerintah pusat. “Kalau ada pihak yang mau beri sumbangan, silakan. Bikin surat, saya ingin menyumbang ini, dan nanti kita laporkan ke pemerintah pusat, lalu kita yang salurkan,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga mengizinkan gubernur di tiga provinsi terdampak—Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat—untuk membuka rekening khusus guna menampung donasi bantuan pascabencana. “Apakah nanti gubernur Provinsi Aceh, Sumatera Barat, Sumatera Utara membuka rekening dana bantuan pascabencana, silakan. Dari dalam negeri mau memberi sumbangan, silakan,” kata Prabowo.

Prabowo berharap, langkah tersebut dapat mempercepat penyaluran bantuan kepada masyarakat terdampak bencana dan meringankan penderitaan warga.“Kita harus berpikir positif. Yang penting kita secepatnya bekerja untuk meringankan penderitaan rakyat kita, di manapun. Itu tujuan kita,” pungkasnya.[]

Logo Korpri Logo Korpri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *