KabarAktual.id — Penempatan figur militer ke jabatan sipil kembali terjadi. Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo secara senyap melantik pensiunan perwira tinggi TNI sebagai pejabat eselon I, bahkan dilakukan pada hari libur dan tertutup dari sorotan publik.
Mayjen TNI (Purn) Arnold Aristoteles Paplapna Ritiauw resmi ditunjuk sebagai Direktur Jenderal (Dirjen) Sumber Daya Air (SDA) Kementerian PU pada Jumat (1/5/2026). Pengangkatan itu merujuk pada Keputusan Presiden Nomor 39/TPA Tahun 2026 tentang pemberhentian dan pengangkatan jabatan pimpinan tinggi madya di lingkungan Kementerian PU.
Arnold, yang berlatar belakang militer dari korps Zeni Kopassus, kini menduduki salah satu posisi strategis di birokrasi sipil. Ia menggantikan Dwi Purwantoro yang sebelumnya mengundurkan diri pada Februari 2026.
Pelantikan ini sekaligus mengonfirmasi spekulasi publik soal masuknya figur militer ke jabatan sipil di Kementerian PU—isu yang sebelumnya sempat dibantah oleh Menteri Dody. “Iya, mohon doanya. Betul (Arnold dilantik menjadi Dirjen SDA),” ujar Rachman Arief Dienaputra, yang turut dilantik sebagai Staf Ahli Bidang Sosial, Budaya, dan Peran Masyarakat.
Namun, proses pelantikan berlangsung tanpa keterbukaan. Seremoni digelar tertutup bagi media. Upaya konfirmasi kepada Wakil Menteri PU Diana Kusumastuti, Juru Bicara Kementerian PU Aisyah Zakiyyah, hingga Kepala Biro Komunikasi Publik Muhamad tidak mendapat respons hingga berita ini ditayangkan.
Langkah ini memunculkan kembali sorotan terhadap praktik penempatan purnawirawan militer di jabatan sipil strategis. Posisi Dirjen SDA sendiri bukan jabatan teknis militer, melainkan birokrasi sipil yang mengurusi tata kelola sumber daya air nasional.
Arnold diketahui lahir pada 10 Maret 1969 dan merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) 1991. Ia memiliki rekam jejak panjang di TNI AD, khususnya di satuan elit Kopassus dan jabatan teritorial.
Sebelum pensiun, ia menjabat sebagai Gubernur Akademi Militer. Setelah itu, sejak Juli 2025, Arnold menjadi Tenaga Ahli Pengajar Bidang Strategi di Lemhannas.
Sepanjang kariernya, ia pernah menduduki berbagai posisi penting, di antaranya Danyonzipur 3/Yudha Wyogrha, Dandim 0609/Kabupaten Bandung, Danrem 133/Nani Wartabone, Danrem 151/Binaiya, hingga Ir Divif 3/Kostrad dan Inspektur Akmil.
Selain Arnold, Menteri PU juga melantik sejumlah pejabat lain, yakni Apri Artoto sebagai Sekretaris Jenderal, Bisma Stariarto sebagai Kepala BPSDM, Adenan Rasyid sebagai Kepala BPIW, serta tiga staf ahli lainnya: Rachman Arief Dienaputra, Indro Pantja Paramodo, dan Pantja Dharma Detojo.
Namun, sorotan utama tetap tertuju pada satu hal: kembali menguatnya jejak militer dalam jabatan sipil strategis—kali ini di sektor infrastruktur dan sumber daya air.[]












