KabarAktual.id – Presiden Prabowo Subianto mengusulkan Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia (BI) definitif kepada DPR. Usulan tersebut diserahkan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi kepada DPR RI, Senin (10/8/2026). “Tunggal, satu nama, yaitu Ibu Destry yang sekarang menjabat Penjabat Gubernur BI sementara,” kata Prasetyo di Gedung DPR RI, Senin.
Destry saat ini menjabat Deputi Gubernur Senior BI sekaligus menjalankan tugas sebagai Pejabat Gubernur BI sementara setelah Perry Warjiyo mengundurkan diri dari posisi Gubernur BI pada akhir Juli 2026. Pengunduran diri Perry diterima Presiden Prabowo dan diumumkan pemerintah pada 27 Juli 2026.
Sebagai Deputi Gubernur Senior, Destry secara kelembagaan memiliki pengalaman paling senior di jajaran Dewan Gubernur BI. Ia pertama kali dilantik sebagai Deputi Gubernur Senior pada Agustus 2019 dan kembali dipercaya menduduki posisi tersebut untuk periode 2024-2029.
Ekonom dan Bankir
Destry Damayanti lahir di Jakarta pada 1963. Ia menyelesaikan pendidikan Sarjana Ekonomi di Universitas Indonesia dan kemudian meraih gelar Master of Science bidang Regional Science dari Cornell University, Amerika Serikat.
Sebelum masuk ke jajaran pimpinan BI, Destry memiliki pengalaman panjang sebagai ekonom, peneliti, akademisi dan profesional di sektor keuangan.
Ia pernah menjadi penasihat ekonomi senior bagi Duta Besar Inggris untuk Indonesia pada 2000-2003. Destry kemudian menjadi peneliti dan pengajar di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.
Kariernya berlanjut di sektor keuangan. Ia pernah menjabat Kepala Ekonom Mandiri Sekuritas dan kemudian Kepala Ekonom Bank Mandiri. Destry juga pernah memimpin satuan tugas ekonomi di lingkungan Kementerian BUMN serta menjadi anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) periode 2015-2019.
Pengalaman tersebut kemudian mengantarkannya ke Bank Indonesia. Destry dilantik sebagai Deputi Gubernur Senior BI pada 7 Agustus 2019. Pada 2024, ia kembali dipercaya untuk menduduki jabatan yang sama untuk masa jabatan lima tahun.
Menunggu Uji Kelayakan DPRDengan masuknya nama Destry sebagai calon tunggal, proses selanjutnya berada di tangan DPR RI.Pimpinan DPR akan menindaklanjuti Surpres tersebut dengan menugaskan Komisi XI DPR RI, yang menjadi mitra kerja Bank Indonesia, untuk melakukan uji kelayakan dan kepatutan terhadap Destry.
Jika mendapat persetujuan DPR, Destry berpotensi menjadi perempuan pertama yang memimpin Bank Indonesia secara definitif. Pengusulannya juga dinilai menjadi pilihan yang relatif menjamin kesinambungan kebijakan moneter karena Destry sebelumnya merupakan bagian dari jajaran pimpinan BI dan kini menjalankan tugas sebagai gubernur sementara.
Proses tersebut berlangsung di tengah perhatian pasar terhadap arah kebijakan moneter dan independensi Bank Indonesia setelah pengunduran diri Perry Warjiyo.Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pimpinan DPR maupun Komisi XI DPR RI mengenai jadwal uji kelayakan dan kepatutan Destry.[]












