KabarAktual.id — Stok batu merah atau batu bata dilaporkan menghilang dari pasaran di Banda Aceh dan Aceh Besar. Kelangkaan ini mendorong lonjakan harga dari kisaran Rp650–Rp700 per biji menjadi Rp850.
Selain harga yang meningkat, ketersediaan barang juga disebut sangat terbatas. Sejumlah dapur produksi batu bata dilaporkan dalam kondisi kosong tanpa stok siap jual.
Berdasarkan pantauan di beberapa sentra produksi di kawasan Lambaro Angan dan Ulee Kareng, Kamis (30/4/2026), tidak ditemukan batu bata yang tersisa. Sejumlah penjual menyebutkan pasokan telah dialihkan ke luar daerah. “Semua batu bata dibawa ke Sigli untuk Koperasi Merah Putih,” ujar Khairil, salah seorang penjual.
Keterangan serupa disampaikan Mukhlis, yang biasa mengambil pasokan dari kawasan Ulee Kareng. Ia menyebut tidak ada stok tersedia di lokasi. “Tidak ada barang, Pak. Kalaupun ada, harganya sudah Rp850 per biji,” katanya.
Kelangkaan material bangunan ini diperkirakan berdampak pada kelancaran proyek konstruksi di Banda Aceh dan Aceh Besar. Jika kondisi ini berlanjut, para kontraktor berpotensi mengalami hambatan dalam penyelesaian pekerjaan.[]












