News  

Mendagri Tito Akui Masih Banyak Korban Banjir Aceh Tinggal di Tenda Darurat

KabarAktual.id – Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengakui masih ada korban banjir di Aceh yang hingga kini bertahan di tenda darurat, meski bencana telah terjadi lebih dari seratus hari lalu.

Pengakuan tersebut disampaikan Tito saat menjawab pertanyaan wartawan di Pendopo Bupati Aceh Timur, Idi Rayeuk, Senin (16/3/2026). “Sebagian korban banjir hingga kini masih ada yang tinggal di tenda darurat,” kata Tito.

Logo Korpri

Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera itu berkata kondisi tersebut terutama masih terjadi di Aceh Utara dan Aceh Tamiang. Karena itu, Tito menilai semua pihak perlu bekerja lebih keras agar para korban dapat dipindahkan ke hunian sementara sebelum Idul Fitri tahun ini.

Terkait daerah lain di Aceh, Tito mengaku belum memperoleh laporan apakah masih ada korban banjir yang tinggal di tenda darurat seperti di Aceh Utara dan Aceh Tamiang.

Dalam kunjungan tersebut, Tito hadir bersama Menteri Sosial Saifullah Yusuf untuk menyerahkan santunan kepada ahli waris korban banjir serta bantuan dari Kementerian Sosial, termasuk jaminan hidup (jadup), bantuan stimulan sosial ekonomi, dan bantuan isi hunian.

Pertemuan itu juga dihadiri Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, Kapolda Aceh Marzuki Ali Basyah, Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al‑Farlaky, serta Wakil Bupati Teuku Zainal Abidin.

Korban Banjir Pesimis

Sejumlah korban banjir di Aceh Utara mengaku pesimis dapat keluar dari tenda darurat sebelum Idul Fitri. Mereka menilai proses pembangunan hunian sementara berjalan lambat.

Bupati Aceh Utara Ismail A Jalil, yang dikenal dengan sapaan Ayah Wa, sebelumnya menjelaskan bahwa pembangunan hunian sementara menghadapi sejumlah kendala. Salah satunya kesulitan mendapatkan lahan komunal yang sesuai di beberapa kecamatan.

Banjir besar yang melanda wilayah Sumatera, termasuk hampir seluruh kabupaten di Aceh, terjadi pada 26 November lalu. Bencana tersebut tidak hanya merendam wilayah dataran rendah seperti Aceh Tamiang, Aceh Utara, Aceh Timur, Bireuen, dan Pidie Jaya, tetapi juga menjangkau daerah pegunungan seperti Gayo Lues, Bener Meriah, Aceh Tengah, dan Aceh Tenggara.

Lebih dari seratus hari setelah bencana, sebagian korban dilaporkan masih hidup dalam kondisi sulit. Selain masih tinggal di tenda darurat, sejumlah warga juga mengaku belum menerima bantuan jaminan hidup maupun suntikan modal usaha karena alasan validasi data oleh pemerintah belum rampung.[]

Logo Korpri Logo Korpri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *