KabarAktual.id – Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) kembali melakukan penataan organisasi dan komando kewilayahan dengan menyiapkan pembentukan lima Komando Daerah Militer (Kodam) baru pada 2026. Rencana tersebut menjadi bagian dari penguatan struktur komando kewilayahan TNI AD setelah pada 2025 dibentuk enam Kodam baru.
Kodam merupakan satuan komando utama TNI AD yang memiliki wilayah tanggung jawab teritorial tertentu. Satuan ini berperan dalam pembinaan teritorial dan mendukung kepentingan pertahanan negara, sekaligus membawahi satuan kewilayahan seperti Komando Resor Militer (Korem) dan Komando Distrik Militer (Kodim).
Mengutip Indonesia Defence, lima Kodam yang direncanakan dibentuk pada 2026 masing-masing berada di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Nusa Tenggara Timur (NTT), Maluku Utara, Papua Tengah, dan Papua Barat Daya. Sejumlah nama Kodam yang akan digunakan juga telah diketahui.
Untuk DIY, Kodam baru direncanakan bernama Kodam Mataram. Sementara NTT akan memiliki Kodam Sobe Sonbai, sedangkan Maluku Utara diproyeksikan menjadi wilayah Kodam Maloko Kie Raha.
Adapun nama untuk Kodam yang akan dibentuk di Papua Tengah dan Papua Barat Daya hingga kini belum diumumkan.
Penambahan lima Kodam tersebut akan memperluas struktur komando kewilayahan TNI AD di berbagai daerah, termasuk memisahkan sejumlah wilayah yang selama ini berada di bawah kendali Kodam yang lebih luas. Salah satunya NTT.
Jika Kodam Sobe Sonbai terealisasi, wilayah NTT akan memiliki komando kewilayahan tersendiri. Saat ini NTT masih berada dalam wilayah teritorial Kodam IX/Udayana yang bermarkas di Bali.
Sementara di Tanah Papua, pembentukan Kodam Papua Tengah dan Papua Barat Daya akan menambah struktur komando kewilayahan yang sebelumnya telah mencakup Kodam XVII/Cenderawasih, Kodam XVIII/Kasuari, dan Kodam XXIV/Mandala Trikora.
Rencana penambahan Kodam ini melanjutkan restrukturisasi yang dilakukan TNI AD pada 2025. Saat itu, enam Kodam baru dibentuk, yakni Kodam XIX/Tuanku Tambusai untuk Riau dan Kepulauan Riau; Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol untuk Sumatera Barat dan Jambi; Kodam XXI/Radin Inten untuk Lampung dan Bengkulu; Kodam XXII/Tambun Bungai untuk Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan; Kodam XXIII/Palaka Wira untuk Sulawesi Tengah dan Sulawesi Barat; serta Kodam XXIV/Mandala Trikora untuk wilayah Merauke.
Meski rencana pembentukan lima Kodam baru pada 2026 telah mencuat, hingga kini waktu atau tanggal peresmian masing-masing Kodam tersebut belum ditetapkan secara resmi.
Penataan ini menunjukkan arah pengembangan organisasi TNI AD yang semakin menekankan pembagian komando berdasarkan wilayah teritorial, sehingga pembinaan pertahanan dan koordinasi kewilayahan dapat dilakukan secara lebih spesifik di masing-masing daerah.[]












