News  

Dana Sudah Disalurkan, Mentan Pertanyakan Lambannya Pemulihan Sawah Korban Bencana di Aceh

Mentan pertanyakan lambannya penanganan rehab sawah kepada Mualem padahal anggarannya sudah lama dicairkan (foto: tangkapan layar)

KabarAktual.id – Menteri Pertanian (Mentan) RI Andi Amran Sulaiman mempertanyakan lambannya penanganan sektor pertanian di Aceh pascabanjir bandang yang melanda sejumlah wilayah pada Desember 2025. Sorotan tersebut mencakup pembersihan sawah yang tertimbun lumpur, pencetakan sawah baru, pembangunan jaringan irigasi, hingga pemberdayaan petani terdampak.

Dalam unggahan video yang beredar di akun TikTok @andi.amran.sulaiman, Rabu (5/8/2026), Amran mempertanyakan progres pemulihan lahan pertanian di hadapan Gubernur Aceh Muzakir Manaf. Menurutnya, pemerintah pusat telah mengalokasikan dan menyalurkan anggaran agar program pemulihan dapat segera dilaksanakan.

Amran mengungkapkan pemerintah pusat telah mentransfer sekitar Rp1,6 triliun kepada tiga provinsi terdampak bencana untuk mendukung pembersihan lahan sawah yang tertimbun lumpur, pencetakan sawah baru, pembangunan irigasi, serta berbagai program pemulihan sektor pertanian. Dari total anggaran tersebut, Aceh disebut menerima porsi terbesar.

Baca juga: Mualem Temui Mentan, Minta Percepat Pemulihan Puluhan Ribu Hektare Lahan Pertanian Aceh

Meski demikian, Amran mengaku masih menerima laporan dari masyarakat bahwa proses pemulihan di lapangan belum menunjukkan perkembangan yang signifikan. “Warga tanya ke saya, di lapangan tidak ada kemajuan,” kata Amran.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Aceh Muzakir Manaf menjelaskan bahwa Pemerintah Aceh telah meneruskan dana penanganan bencana tersebut kepada pemerintah kabupaten dan kota yang terdampak.

Pernyataan itu kemudian memunculkan pertanyaan mengenai progres pelaksanaan di daerah. Pasalnya, di sejumlah wilayah, lahan pertanian yang terdampak banjir bandang dilaporkan masih tertimbun lumpur sehingga belum dapat kembali diolah oleh petani.

Salah satu petani di Kabupaten Pidie Jaya, sebelumnya mengaku sawah miliknya hingga kini belum kembali produktif akibat tertimbun material banjir. Kondisi tersebut membuat lahannya gagal panen selama tiga musim berturut-turut.

Bagi petani kecil, kondisi tersebut berdampak langsung terhadap pendapatan keluarga karena sawah merupakan sumber utama mata pencaharian.

Karena itu, pemerintah kabupaten dan kota penerima dana penanganan bencana diharapkan segera mempercepat pelaksanaan program pemulihan sektor pertanian. Publik juga menantikan penjelasan mengenai realisasi penggunaan anggaran, progres pekerjaan di lapangan, serta langkah percepatan agar lahan pertanian masyarakat dapat kembali produktif.[]

bank aceh