News  

Mualem Temui Mentan, Minta Percepat Pemulihan Puluhan Ribu Hektare Lahan Pertanian Aceh

KabarAktual.id – Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) meminta dukungan penuh Kementerian Pertanian (Kementan) RI untuk mempercepat pemulihan lahan pertanian dan perkebunan yang rusak akibat bencana hidrometeorologi di Aceh.

Permintaan tersebut disampaikan Mualem saat beraudiensi dengan Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman di kediaman Menteri di Jakarta Selatan, Selasa (4/8/2026). “Kami membutuhkan dukungan Bapak Menteri untuk pemulihan lahan pertanian di Aceh yang terdampak bencana hidrometeorologi,” kata Mualem.

Juru Bicara Pemerintah Aceh, Nurlis Effendi, mengatakan Mualem juga menyampaikan apresiasi atas respons cepat Kementerian Pertanian dalam membantu proses pemulihan sektor pertanian di Aceh. Dukungan pemerintah pusat, kata Mualem, sangat dibutuhkan agar petani dapat kembali mengelola lahan yang rusak dan memulihkan perekonomian mereka.

Ia juga menyoroti kondisi perkebunan kopi Gayo yang mengalami kerusakan akibat bencana. “Supaya masyarakat Aceh yang terdampak bencana bisa memanfaatkan lahannya kembali dan menggerakkan perekonomian mereka,” ujarnya.

Mualem meminta seluruh jajaran Dinas Pertanian dan Perkebunan di kabupaten/kota memanfaatkan setiap bantuan pemerintah secara optimal agar proses pemulihan berjalan lebih cepat.

Berdasarkan laporan Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, Azanuddin Kurnia, bencana hidrometeorologi telah merusak sekitar 57.485 hektare lahan sawah di Aceh. Hingga kini, program optimalisasi lahan telah berjalan di 40.852 hektare.

Sementara itu, sektor perkebunan terdampak seluas 50.438 hektare, dengan proses rehabilitasi yang telah mencapai 10.418 hektare.

Menanggapi permintaan tersebut, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan Kementan akan terus mengawal rehabilitasi lahan pertanian di Aceh melalui program cetak sawah, optimalisasi lahan, perbaikan jaringan irigasi, serta penyaluran alat dan mesin pertanian (alsintan) dan benih padi gratis bagi petani.

Kementan juga berkomitmen merehabilitasi dan meremajakan tanaman kopi di dataran tinggi Aceh yang rusak akibat erosi dan longsor melalui penyediaan bibit unggul, pupuk, serta pendampingan teknis.

Amran mengatakan tim teknis Kementan akan terus berada di lapangan untuk memantau proses rehabilitasi dan rekonstruksi lahan secara bertahap. Sebelumnya, ia juga telah meninjau langsung sejumlah lokasi terdampak bencana di Aceh.

Dalam pertemuan tersebut, Mualem didampingi Ketua Badan Reintegrasi Aceh (BRA) Jamaluddin, Staf Khusus Gubernur Aceh Teuku Irsyadi, serta Kepala Badan Penghubung Pemerintah Aceh Said Marzuki.[]

bank aceh