Prabowo Sebut Wartawan, LSM, dan Pengamat “Londo Ireng” Modern

Presiden Prabowo Subianto menyentil keras pihak yang hanya mencari-cari kelemahan. Pihak seperti itu pada zaman kolonial disebut sebagai londo ireng (foto: Tangkapan layar Youtube Sekretariat Presiden)

KabarAktual.id – Presiden Prabowo Subianto melontarkan kritik keras terhadap pihak-pihak yang dinilainya tidak berpihak pada kepentingan bangsa. Dalam pidatonya pada puncak Hari Lahir (Harlah) ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Kamis (23/7/2026), Prabowo menyebut sosok yang pada masa kolonial dikenal sebagai “londo ireng” masih ada hingga sekarang.

Menurut Prabowo, pada masa penjajahan Belanda, istilah londo ireng merujuk pada pribumi yang bekerja atau membantu penjajah sehingga dianggap mengkhianati bangsanya. Ia menilai, fenomena serupa masih terjadi, hanya dengan bentuk yang berbeda.

Prabowo tanpa tedeng aling-aling memastikan bahwa “Londo-londo ireng” sampai sekarang masih ada. Hanya saja, menurut Prabowo, mereka sekarang menggunakan baju lain. “Wartawan, jurnalis apa itu? Pengamat, LSM,” kata ketua umum Partai Gerindra tersebut.

Prabowo menyatakan keyakinan bahwa para LSM dan wartawan dibiayai asing. “Harus kita tanya, yang gaji lo siapa? Yang bayar listrikmu siapa? Yang bayar handphonemu siapa?” kata Prabowo.

Prabowo mengatakan, sejak masa penjajahan selalu ada orang Indonesia yang tidak bersikap patriotik dan justru mengabdi kepada kepentingan pihak lain.

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menyinggung pemberitaan sejumlah media yang dinilainya lebih menonjolkan kekurangan dibanding capaian pemerintah.

Ia mengklaim pemerintah telah merenovasi lebih dari 67 ribu gedung sekolah di berbagai daerah. Tahun depan, pemerintah menargetkan jumlah sekolah yang diperbaiki meningkat hingga 100 ribu unit. “Walaupun kita sudah perbaiki 67 ribu sekolah, dia cari sekolah yang belum diperbaiki, dia foto besar, taruh di halaman pertama,” ujarnya.

Namun, Prabowo tidak menyebut media yang dimaksud. Ia hanya mengatakan masyarakat sudah mengetahui media yang sering memberitakan hal tersebut. “Dia kira kita nggak ngerti. Saya nggak sebutlah media mana itu. Kalau saya sebut, pada saatnya akan saya sebut. Kalian sudah tahulah. Kita negara demokrasi. Kita tidak anti-kritik. Tapi kita bukan anak kecil,” katanya.

Selain itu, Prabowo juga menanggapi berbagai prediksi yang menyebut Indonesia akan mengalami keruntuhan (collapse). Menurutnya, narasi tersebut terus diulang setiap bulan, tetapi tidak pernah terbukti. “Indonesia akan kolaps. Bulan April akan kolaps, April lewat enggak kolaps. Bulan Mei akan kolaps, Mei lewat enggak kolaps. Bulan Juni akan kolaps. Bulan Juli akan kolaps. Tiap bulan akan kolaps,” ujar Prabowo.

Ia menegaskan, di tengah berbagai isu yang berkembang, Indonesia justru terus menunjukkan ketahanan dan tumbuh lebih kuat.[]

bank aceh