News  

Jangan Hanya Omon-omon, Pemerintah Aceh Didesak Segera Cairkan Proyek APBA 2026

Tarmizi Age

KabarAktual.id — Pemerintah Aceh didesak segera mempercepat pencairan proyek yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) 2026 guna mendorong pergerakan ekonomi daerah pada triwulan pertama tahun ini. Desakan itu disuarakan Ketua Influencer Aceh Mualem–Dek Fad, Tarmizi Age, Kamis (5/3/2026).

Sebelumnya, Juru Bicara Pemerintah Aceh menyampaikan bahwa APBA 2026 sudah mulai dicairkan pada pertengahan Februari. Statemen itu dinilai tidak sesuai fakta lapangan. “Yang cair hanya gaji pegawai,” ujar sumber di internal pemerintah Aceh kepada KabarAktual.id beberapa hari lalu.

Logo Korpri

Tarmizi Age mantan GAM yang pernah berdomisili di Denmark menilai, lambannya realisasi proyek berpotensi membuat roda ekonomi daerah kian tersendat, terlebih Aceh masih dalam fase pemulihan pascabencana banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah. “Penting proyek APBA dipercepat oleh pemerintah agar ekonomi Aceh bisa bergerak,” kata Tarmizi.

Baca juga: Ketua DPRA Minta tak Ada Lagi Manuver yang Menghambat Realisasi APBA 2025

Menurutnya, momentum bulan suci Ramadhan dan menjelang Hari Raya Idulfitri seharusnya dimanfaatkan Pemerintah Aceh untuk mempercepat penurunan proyek-proyek pembangunan. Ia menegaskan, percepatan tersebut akan berdampak langsung terhadap perputaran uang di tengah masyarakat.

Senada dengan Tarmizi, berbagai pihak juga mengingatkan pejabat pemerintah Aceh agar tidak banyak “omon-omon” atau membual. Karena realisasi APBA sangat penting untuk stimulus ekonomi. “Kita berharap di bulan suci Ramadhan ini sekaligus menjelang hari raya banyak proyek yang turun, sehingga uang beredar di Aceh,” ujar Tarmizi.

Tarmizi menilai, meningkatnya peredaran uang akan mendorong daya beli masyarakat serta menggerakkan aktivitas perdagangan, khususnya di pasar tradisional dan sektor usaha kecil. “Dengan beredarnya uang di lapangan maka daya beli masyarakat akan meningkat. Tanpa proyek, pasar akan terlihat sepi,” katanya.

Ia juga menyoroti struktur ekonomi Aceh yang dinilai masih sangat bergantung pada belanja pemerintah. Minimnya basis industri membuat peran proyek pemerintah menjadi penopang utama aktivitas ekonomi daerah. “Ekonomi Aceh tanpa proyek pemerintah akan terlihat sangat lesu, karena di sini tidak banyak industri seperti di daerah lain,” tutup Tarmizi Age.

Logo Korpri Logo Korpri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *