KabarAktual.id – Ketua Komisi I DPRA, Tgk Muharuddin, memastikan tetap memfasilitasi pertemuan antara Tim Kelompok Kerja (Pokja) Daerah Otonomi Baru (DOB) Kota Pantonlabu dengan Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem). Pertemuan itu nantinya akan membahas kelanjutan usulan pemekaran wilayah Aceh Utara.
Komitmen yang sama beberapa waktu lalu juga pernah disampaikan mantan ketua DPRA itu saat melakukan kunjungan kerja ke Pantonlabu bersama sejumlah anggota Komisi I DPRA. Dalam kunjungan itu, ia bertemu dengan sekitar 30 tokoh dan pengurus Pokja DOB Pantonlabu di Aula Kantor Camat Tanah Jambo Aye.
Namun hingga Rabu (22/7/2026), janji mempertemukan tim DOB dengan Mualem tak kunjung terlaksana. Kondisi itu menimbulkan pertanyaan di kalangan tokoh DOB mengenai kendala yang dihadapi, mengingat audiensi dengan Gubernur Aceh dinilai sangat penting untuk mendorong proses pemekaran.
Ketua Tim Pokja DOB Pantonlabu, Hendra SE, M.IP, mengatakan seluruh persyaratan administrasi terkait usulan pemekaran telah rampung dan terdokumentasi. “Semua persyaratan terkait DOB sudah lengkap dan sudah dibukukan. Tinggal dukungan Mualem selaku Gubernur Aceh untuk meneruskan persoalan ini ke Presiden Prabowo,” kata Hendra kepada KabarAktual.id.
Menanggapi hal tersebut, Tgk Muhar menegaskan bahwa komitmennya untuk mempertemukan Tim Pokja DOB dengan Gubernur Aceh tetap akan direalisasikan. Menurutnya, penundaan terjadi karena kondisi kesehatan gubernur yang saat ini sedang menjalani pengobatan. “Pak Gubernur sedang berobat, tidak bisa diganggu dulu untuk sementara waktu,” ujar Tgk Muharuddin melalui pesan WhatsApp.
Ketua Komisi I DPRA yang membidangi pemerintahan dan pemekaran wilayah, Tgk Muharuddin, juga merupakan putra kelahiran Kecamatan Seunuddon, salah satu wilayah yang masuk dalam rencana DOB Kota Pantonlabu.
Sejumlah tokoh pemekaran menilai pembentukan DOB menjadi salah satu solusi untuk mempercepat pemerataan pembangunan di Aceh Utara yang memiliki wilayah cukup luas. Kabupaten tersebut saat ini terdiri atas 27 kecamatan, 852 gampong, dan berpenduduk sekitar 654.810 jiwa.
Mereka berpendapat berbagai upaya pembangunan yang dilakukan pemerintah daerah selama ini belum mampu mengatasi ketimpangan pembangunan secara menyeluruh karena luasnya wilayah administrasi Aceh Utara.
Tim Pokja DOB Pantonlabu sendiri telah dibentuk beberapa tahun lalu dengan Hendra SE, M.IP sebagai ketua. Sejak dibentuk, tim tersebut terus memperoleh dukungan dari berbagai tokoh masyarakat, baik yang berada di Aceh maupun di luar daerah, termasuk Banda Aceh, Medan, dan Jakarta.
Jika usulan pemekaran disetujui, lima kecamatan direncanakan bergabung ke dalam DOB Kota Pantonlabu, yakni Kecamatan Tanah Jambo Aye, Seunuddon, Baktiya, Baktiya Barat, dan Langkahan.[] Alamsyah Ibrahim












