width=
News  

Workshop Wartawan Bahas Tantangan Sensus Ekonomi 2026, BPS Aceh Minta Dukungan Media

Prof Aliasuddin sedang menyampaikan presentasi pada forum Workshop Sensus Ekonomi untuk wartawan (foto: KabarAktual.id)

KabarAktual.id – Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh mengharapkan dukungan media massa untuk mengedukasi masyarakat dan menyukseskan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Dengan bantuan itu diharapkan kegiatan yang masih berlangsung hingga 31 Agustus 2026 bisa sukses.

Harapan tersebut disampaikan Kepala BPS Aceh, Tasdik, diwakili salah satu kepala bidang saat membuka Workshop Wartawan bertema tantangan Sensus Ekonomi 2026 di BSI UMKM Center Banda Aceh, Selasa (21/7/2026).

Pada kesempatan itu, BPS menegaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 merupakan kegiatan strategis nasional dengan anggaran mencapai triliunan rupiah dan memiliki peran penting dalam penyusunan kebijakan pembangunan ekonomi. “Sensus ekonomi sangat krusial karena menyasar berbagai aktivitas usaha dan menjadi dasar perencanaan pembangunan. Tidak ada hubungan dengan pajak,” ujar perwakilan BPS Aceh.

Dikatakan, data sensus itu sangat berguna untuk menyusun kebijakan pembangunan ke depa. Karena itu, jika ada pelaku usaha yang belum didata hingga batas waktu 31 Agustus 2026, masyarakat diharapkan segera menyampaikannya kepada BPS.

BPS juga menekankan bahwa sensus ekonomi tidak memiliki kaitan dengan penarikan pajak. Data yang dikumpulkan digunakan untuk memotret kondisi dunia usaha dan mendukung pengembangan ekonomi nasional maupun daerah.

Menurut BPS, salah satu tantangan utama pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 adalah belum sepenuhnya terbentuk sikap terbuka masyarakat dalam memberikan informasi usaha. Karena itu, BPS berupaya menerapkan pendekatan yang lebih adaptif dalam proses pendataan.

Selain itu, BPS menjamin kerahasiaan seluruh data responden sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Informasi yang diperoleh, termasuk data pendapatan usaha, hanya digunakan untuk kepentingan statistik dan pengembangan kebijakan.

Dalam forum tersebut, BPS menyampaikan apresiasi kepada kalangan wartawan yang selama ini membantu menyebarluaskan informasi kepada publik. Media dinilai memiliki peran penting dalam menerjemahkan data statistik agar lebih mudah dipahami masyarakat sekaligus menjadi pengawal independen dalam pelaksanaan sensus. “Pendataan usaha merupakan misi bersama. Kami berharap media dapat membantu meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya sensus ekonomi,” katanya.

Workshop menghadirkan tiga narasumber, yakni Statistisi Ahli Madya BPS Ahmad Sugito, ekonom Universitas Syiah Kuala Prof Aliasuddin, serta Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Banda Aceh Reza DJ Munawir.

Akhmad Sugito mengungkapkan progres pendataan Sensus Ekonomi 2026 di Aceh hingga saat ini telah mencapai sekitar 60 persen. Ia menjelaskan bahwa kondisi ekonomi saat ini sangat berbeda dibandingkan tahun 2016. “Sekarang membuka usaha tidak harus memiliki toko fisik. Banyak usaha berbasis digital yang harus turut terdata dalam sensus,” ujarnya.

Sementara itu, Prof Aliasuddin menyoroti pentingnya pemahaman yang tepat terhadap data statistik. Menurutnya, data dapat disalahgunakan apabila tidak dianalisis secara benar. “Ada jargon dalam statistik, yakni statistics never lie, but liars use statistics. Banyak orang bisa menyesatkan dengan menggunakan data statistik secara tidak tepat,” katanya.

Ketua AJI Banda Aceh Reza Munawir menilai pers saat ini menghadapi tantangan yang jauh berbeda dibandingkan masa lalu. Dalam konteks peliputan sensus ekonomi, jurnalis dituntut mampu menjaga akurasi data di tengah arus informasi yang semakin cepat dan persaingan global yang semakin ketat.

Menurut Reza, terdapat sedikitnya sembilan tantangan utama yang perlu diperhatikan media dalam mengawal isu sensus ekonomi, mulai dari validasi data, akurasi informasi, hingga kemampuan menjelaskan hasil sensus kepada publik secara mudah dan objektif.

Selain sesi diskusi, pihak Bank Syariah Indonesia (BSI) turut memperkenalkan sejumlah produk dan layanan kepada peserta workshop, salah satunya layanan tabungan emas. Kegiatan tersebut diharapkan dapat melahirkan sudut pandang baru terkait pentingnya Sensus Ekonomi 2026 bagi berbagai pemangku kepentingan di Aceh.[]

bank aceh