News  

Sesuai Prediksi, Enam “Putra Mahkota” Diusulkan ke Mendagri untuk Dilantik Jadi Eselon II

Kelulusan putra mahkota sesuai prediksi publik (sumber foto: WA group)

KabarAktual.id – Sesuai prediksi publik, enam “putra mahkota” yang sebelumnya lolos tiga besar seleksi JPT Pratama Pemerintah Aceh, akhirnya, diusulkan untuk mendapatkan persetujuan Mendagri. Setelah itu, keenam orang yang sudah dipersiapkan itu bakal dilantik menjadi pejabat eselon II.

Usulan terhadap enam calon pejabat itu langsung disampaikan Pj Gubernur Aceh Bustami melalui surat nomor Bka.800/170/P3/2024 tanggal 1 Agustus 2024 ke Mendagri. Tembusan surat itu juga disampaikan kepada Menpan RB, ketua KASN, dan kepala BKN di Jakarta. 

Nama-nama keenam pejabat ini bahkan jauh-jauh hari sudah distabilo oleh publik dan beredar luas di media sosial. Mereka adalah Restu Andi Surya sebagai Staf Ahli Gubernur Bidang Perekonomian, Keuangan dan Pembangunan dan Auliya Husni Putra sebagai Sekretaris Dewan Perwakilan Rakyat Aceh.

Kemudian, Taufik menjadi kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Aceh, Teuku Nara Setia sebagai Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh, Akkar Arafat kepala Biro Administrasi Pimpinan Sekretariat Daerah Aceh, dan Teuku Zaufi sebagai Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Seketariat Daerah Aceh. 

Bantah putra mahkota

Seperti diberitakan media ini sebelumnya, Panitia seleksi (Pansel) JPT Pratama Pemerintah Aceh mengumumkan 18 nama lolos tiga besar untuk enam posisi jabatan eselon II.  Salah satu dari nama itu disebut-sebut merupakan putra mahkota. 

Ketua Pansel T Setia Budi yang dikonfirmasi media ini, sebelumnya, telah membantah isu “putra mahkota” pada seleksi JPT Pemerintah Aceh yang dipimpinnya. “Saya kira dugaan atau ‘tuduhan’ semacam itu tidak beralasan,” ujarnya kepada KabarAktual.id, Selasa (9/7/2024) sore.

Menurut Setia Budi, isu sejenis selalu muncul setiap kali berlangsung seleksi JPT. Kata dia, ada saja pihak yang menganggap kegiatan itu bernuansa formalitas. 
Ia menyinggung lagi peristiwa lulusnya tiga anak mantan Sekda ke dalam tiga besar yang disebut karena ada perlakuan istimewa pada seleksi JPT beberapa waktu lalu. 

Baca juga: Intat Linto JPT

Setia Budi mempertanyakan kembali peristiwa tersebut. “Nah, setelah dilakukan pelantikan nyatanya bagaimana? Apakah dugaan itu benar?” tanya mantan Sekda Aceh itu.

Ia meminta semua pihak agar memberi kepercayaan kepada tim yang sedang bekerja. “Percayalah bahwa orang-orang yang ada di pansel itu adalah orang yg berintegritas. Bahwa kalau ada orang-orang yang diduga telah disiapkan untuk jabatan tertentu, saya kira tidak benar,” tegasnya.  

Menurut ketua pansel, kalau pun nanti pihaknya mengumumkan nama-nama peserta yang lulus, itu semata memang karena kapasitasnya, dan sepanjang pengetahuan pansel. “Sekali lagi, sepanjang informasi yang ada pada pansel bahwa yang bersangkutan juga punya integritas,” kata Setia Budi.

Karena itu, sambungnya, adalah wajar kalau kemudian gubernur memilih calon “pembantunya” orang yang relatif memenuhi kedua kriteria (kapasitas dan integritas) dan secara kebetulan terpilih orang yang diduga telah disiapkan. “Bagaimana? Apakah salah?” tanya Setia Budi.[]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *