News  

Huntara Diprediksi tak Rampung, Korban Banjir Aceh Utara Bakal Jalani Puasa di Tenda Darurat

Terpiadi A Majid

KabarAktual.id —Banjir besar yang melanda Aceh Utara pada Kamis (26/11/2025) lalu menyebabkan puluhan ribu rumah warga rusak. Data Pemerintah Kabupaten Aceh Utara mencatat sebanyak 72.364 unit rumah terdampak, dengan rincian rusak berat 6.236 unit, hilang terbawa arus 3.506 unit, rusak sedang 16.325 unit, dan rusak ringan 20.280 unit.

Akibat bencana tersebut, ribuan warga kehilangan tempat tinggal dan hingga kini masih bertahan di tenda-tenda darurat dengan kondisi serba terbatas.

Pemerintah pusat bersama pemerintah daerah dalam sepekan terakhir mulai menggenjot pembangunan hunian sementara (huntara) bagi korban banjir. Enam titik lokasi telah ditetapkan sebagai kawasan pembangunan huntara, masing-masing di Kecamatan Tanah Jambo Aye, Langkahan, Baktiya, Lapang, Dewantara, dan Sawang.

Pemerintah menargetkan huntara tersebut rampung sebelum memasuki bulan Ramadhan. Namun, target tersebut dinilai sulit tercapai.

Tokoh Aceh Utara, Terpiadi A Majid, meragukan pembangunan huntara dapat diselesaikan sesuai jadwal. Kepada KabarAktual.id, Rabu (14/1), ia menyebutkan bahwa hingga lebih dari 40 hari pascabanjir, ribuan warga masih tinggal di tenda, sementara progres pembangunan huntara di lapangan belum mencapai 10 persen dari total kebutuhan.“Pengerjaannya lamban,” kata Terpiadi.

Mantan profesional yang pernah bekerja di perusahaan migas Exxon Mobil itu mengusulkan agar pemerintah mengubah pola kerja pembangunan huntara guna mempercepat proses. Ia mendorong penyederhanaan birokrasi serta pelibatan kepala desa dan warga terdampak untuk membangun huntara masing-masing.

Menurut dia, huntara tidak harus dibangun secara berbarak dan dikontrakkan seluruhnya. Jika pun dikontrak, pemerintah tetap bisa mengawasi melalui konsultan pengawas. “Pelibatan warga juga dapat menjadi sumber penghasilan bagi mereka,” ujarnya.

Penjabat Sekretaris Daerah Aceh Utara Jamaluddin, M.Pd, dan Juru Bicara Pemerintah Aceh Utara Muntasir Ramli yang diminta tanggapannya belum memberikan penjelasan apa-apa. Dihubungi media ini melalui WhatsApp sejak Rabu pagi, namun hingga berita ini diturunkan pada Kamis malam belum memberikan jawaban.

Jika pembangunan huntara tidak selesai tepat waktu, ribuan penyintas banjir terancam menjalani bulan Ramadhan di bawah tenda darurat dengan kondisi hunian dan fasilitas yang sangat terbatas.[]

Laporan: Alamsyah Ibrahim

Logo Korpri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *