News  

Janji Percepatan Huntara Kembali Diulang, Pengamat: Satgaswil Jangan Membual !

Usman Lamreung

KabarAktual.id — Rencana percepatan pengisian 9.694 unit hunian sementara (huntara) bagi penyintas bencana di Aceh menjelang Lebaran mendapat sorotan dari pengamat kebijakan publik Aceh, Usman Lamreung. Satgaswil Aceh yang notabene merupakan pejabat Pusat diingatkan agar tidak berbohong.

Usman menilai pernyataan percepatan yang disampaikan Satgaswil Aceh patut diapresiasi, namun pemerintah diingatkan agar tidak kembali mengulang janji yang sebelumnya tidak terealisasi. “Faktanya, hingga memasuki Ramadan pembangunan huntara belum juga tuntas sehingga menimbulkan kekecewaan di kalangan penyintas,” kata Usman kepada KabarAktual.id di Banda Aceh, Jumat (6/3/2026).

Logo Korpri

Menurutnya, masyarakat kini berharap percepatan yang dijanjikan benar-benar diwujudkan di lapangan, sehingga para penyintas tidak kembali menghadapi kekecewaan. Pernyataan percepatan tersebut sebelumnya juga disampaikan Ketua Satgas Rehab Rekon saat melakukan kunjungan ke Pidie Jaya.

Baca juga: Safrizal, Sosok Pj Gubernur “Pemburu Rente”

Dalam kesempatan itu disebutkan sekitar 6.000 penyintas ditargetkan sudah dapat menempati hunian sementara sebelum Lebaran. Saat ini, pembangunan dan pengisian huntara diklaim terus dipercepat agar para penyintas tidak lagi harus bertahan di tenda menjelang hari raya.

Meski demikian, Usman menegaskan percepatan yang dijanjikan tidak boleh berhenti pada pernyataan di ruang publik. Pemerintah harus memastikan proses pembangunan benar-benar berjalan di lapangan, mulai dari penyelesaian konstruksi, penyediaan fasilitas dasar, hingga kepastian distribusi unit kepada para penyintas. “Tanpa langkah konkret dan pengawasan yang ketat, target pengisian sebelum Lebaran berpotensi kembali meleset,” ujarnya.

Baca juga: Huntara Diprediksi tak Rampung, Korban Banjir Aceh Utara Bakal Jalani Puasa di Tenda Darurat

Ia juga menekankan pentingnya transparansi progres pembangunan kepada publik. Menurutnya, penyintas yang selama ini bertahan di tenda membutuhkan kepastian mengenai perkembangan pembangunan hunian sementara. Informasi yang terbuka mengenai jumlah unit yang telah selesai, lokasi huntara yang siap dihuni, serta jadwal pemindahan penyintas dinilai penting untuk memulihkan kepercayaan masyarakat.

Usman menegaskan percepatan pembangunan huntara menjelang Lebaran tidak sekadar soal target proyek, tetapi menyangkut pemulihan martabat para penyintas yang telah berbulan-bulan hidup dalam keterbatasan. “Pemerintah dan Satgas Rehab Rekon harus memastikan janji kali ini benar-benar terealisasi, sehingga para penyintas dapat merayakan Lebaran dengan tempat tinggal yang lebih layak,” kata Usman.[]

Logo Korpri Logo Korpri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *