KabarAktual.id — Salah seorang ASN Dinas Syariat Islam Aceh, Neldi Isnayanto, membantah keras tudingan pelecehan terhadap seorang mahasiswi asal Kabupaten Nagan Raya. Ia menyebut tuduhan itu sebagai fitnah dan rekayasa yang merugikan nama baik dirinya, keluarga, serta institusi tempatnya bekerja di Provinsi Aceh.
Neldi menilai isu tersebut sengaja dibesar-besarkan dan sarat muatan politik. Ia mengaku telah dilaporkan ke Polda Aceh dan sudah memenuhi panggilan untuk memberikan klarifikasi kepada penyidik. “Saya sudah datang ke Polda Aceh untuk memberikan penjelasan. Informasi yang disampaikan oleh pihak keluarga mahasiswi itu tidak benar dan penuh rekayasa,” ujar Neldi dalam pernyataan tertulis kepada media ini, Rabu (4/2/2026).
Ia juga menyatakan tengah mempertimbangkan langkah hukum balik atas tudingan tersebut. Tuduhan itu,menurut dia, telah mencemarkan nama baiknya secara pribadi maupun profesional. “Kami akan bermusyawarah terlebih dahulu dengan keluarga dan atasan untuk menuntut balik terkait pencemaran nama baik,” katanya.
Baca juga: Oknum ASN Dinas Syariat Islam Aceh Diduga Gerayangi Mahasiswi di Kendaraan Umum
Terkait kronologi peristiwa, Neldi menjelaskan kejadian itu berlangsung pada malam pergantian Minggu ke Senin, 2 Februari 2026. Saat itu, ia melakukan perjalanan dari Jeuram menuju Banda Aceh dengan menumpang mobil penumpang jenis Hiace dan berada dalam satu kendaraan dengan mahasiswi yang bersangkutan. “Saya hanya menawarkan minum karena kami berasal dari daerah yang sama. Memang ada saya menepuk bahunya, tapi tidak ada maksud lain,” jelas Neldi.
Ia juga membantah tudingan pelecehan dengan alasan logis terkait posisi duduk di dalam kendaraan. Kata Neldi, mahasiswi tersebut duduk di kursi nomor enam, sementara dirinya berada di kursi nomor sepuluh, dengan penumpang lain berada di sekitarnya. “Penumpang mobil penuh. Bagaimana mungkin saya melakukan pelecehan dalam kondisi seperti itu. Ini harus dilihat secara logika,” ujarnya.
Neldi mengaku sangat menyesalkan sikap keluarga mahasiswi yang, menurutnya, telah menuduhnya melakukan perbuatan yang tidak pernah ia lakukan. “Saya heran, mengapa sesuatu yang tidak saya lakukan justru diviralkan,” pungkasnya.[]












