KabarAktual.id — Isu oknum ASN Dinas Syariat Islam Aceh berinisial NI melakukan pelecehan seksual terhadap mahasiswi asal Nagan Raya dengan cepat membesar. Bagaimana duduk cerita menurut pihak yang dituduhkan?
KabarAktual.id berhasil meminta penjelasan dari ASN Dinas Syariat Islam Aceh, Neldi Isnayanto (NI), melalui sambungan telepon, Selasa (3/2/2026) malam. Saat dihubungi media ini pada pukul 22.20 WIB, Neldi tidak membalas pesan WhatsApp juga panggilan telepon.
Pada pukul 22.38, Neldi menghubungi redaksi media ini dan menjawab sejumlah pertanyaan yang diajukan kepadanya. “Saya baru pulang dari Polda,” ujarnya memberi penjelasan.
Baca juga: Oknum ASN Dinas Syariat Islam Aceh Diduga Gerayangi Mahasiswi di Kendaraan Umum
Menjawab pertanyaan terkait tudingan pelecehan seksual terhadap mahasiswi berinisial AN (20) di dalam mobil penumpang HIACE, ia menjelaskan, bahwa isu yang dikembangkan tersebut sama sekali tidak benar. Meski demikian, Neldi membenarkan bahwa dia memang menumpang mobil yang sama dari Nagan Raya.
Menurut Neldi, ia masih punya hubungan famili dengan si mahasiswi. Gadis AN yang mengaku korban pelecehan, kata Neldi, merupakan saudara dari pihak istrinya. Mereka sama-sama menetap di Kecamatan Seunagan Timur dengan desa berbeda.
Neldi membantah semua tudingan pihak keluarga AN dan menyebut isu penggerayangan sebagai fitnah yang keji. “Saya duduk di bangku terpisah dan berada di belakang,” ujarnya.
Menjawab pertanyaan kenapa bisa berangkat bersamaan pada Minggu (1/2/2026) dan berada dalam satu mobil dengan AN, dia mengatakan, bahwa hal itu hanya faktor kebetulan. Tidak ada janji berangkat bersama atau pesan tiket bareng. “Pesan tiket masing-masing. Kebetulan saja waktu berangkat bersamaan. Duduk juga di bangku berbeda,” terangnya.
Karena itu, menurut penjelasan Neldi, cerita yang berkembang di media jauh dari fakta sebenarnya. Menurut Neldi, saat mobil berhenti di rest area kaki Geurutee, ia melihat AN dalam keadaan seperti menggigau dalam kondisi lemas. “Karena merasa kasihan, saya menawarkannya minum sambil menyenutuh bagian lengannya,” kata Neldi.
Masih penjelasan laki-laki ini, AN terlihat agak kaget ketika ditawari minum dan menjerit. Setelah itu, sambungnya, Neldi langsung turun dan menuju lokasi dimana disediakan kopi gratis.
Setelah selesai minum dan kembali ke mobil, Neldi melihat gadis AN sudah pindah tempat duduk ke bangku depan, di samping sopir. Hingga di situ, dia tidak menyangka kalau permasalahan tersebut bakal berbuntut panjang keesokan hari.
Kepada KabarAktual.id, mantan ketua FPI Nagan Raya itu menduga kalau permasalahan yang menimpanya sekarang tidak terlepas dari sebuah peristiwa masa lalu. “Dulu, ketika saya masih memimpin FPI Nagan Raya, ada yang marah karena kami menolak dilaksanakannya konser musik, sehingga pihak panitia rugi akibat konser tersebut batal digelar,” ujarnya.
Menurut Neldi, penyelenggara konser waktu itu adalah almarhum ayah dari gadis AN. “Sedangkan orang yang melaporkan saya adalah adik dari almarhum,” sambungnya.
Neldi mengaku akan bersikap kooperatif dan memberikaan keterangan sesuai fakta sebenarnya kepada polisi. “Kita normatif aja, dan menghormati proses yang berjalan,” pungkasnya.[]












