News  

Sudah 43 Hari Aceh Utara Dilanda Krisis Air Bersih

Masyarakat terpaksa memanfaatkan air genangan untuk mencuci baju akibat Aceh Utara mengalami krisis air bersih (foto: KabarAktual.id/Alamsyah Ibrahim)

KabarAktual.id – Krisis air bersih pascabanjir besar masih melanda Kabupaten Aceh Utara, khususnya wilayah timur, hingga Kamis (15/1/2026). Kondisi tersebut telah berlangsung selama 43 hari dan berdampak pada ribuan warga di Kecamatan Tanah Jambo Aye, Langkahan, dan Seunudon.

Ketiadaan pasokan air bersih membuat warga terpaksa memanfaatkan sumber air seadanya untuk kebutuhan minum, mandi, cuci, dan kakus (MCK). Sebagian warga menyedot air dari saluran pembuangan Irigasi Langkahan, menggunakan air rawa-rawa, serta memanfaatkan air sumur yang keruh akibat tercemar lumpur sisa banjir.

Selain rumah tangga, krisis air bersih juga dirasakan sejumlah lembaga keagamaan, seperti dayah atau pesantren, masjid, dan meunasah di tiga kecamatan tersebut.

Seorang pegawai Perumda Tirta Mon Pase yang enggan disebutkan namanya menyebutkan, jumlah pelanggan PDAM terdampak krisis air di wilayah tersebut mencapai sekitar 3.000 sambungan.
“Ada sekitar tiga ribuan pelanggan PDAM di tiga kecamatan ini,” ujarnya kepada KabarAktual.id, Rabu (14/1/2026).

Selama ini, pasokan air bersih untuk Aceh Utara bagian timur mengandalkan dua instalasi pengolahan air, masing-masing dari Lhoksukon dan Langkahan. Namun, instalasi pengolahan air di Langkahan mengalami kerusakan total akibat diterjang banjir.

Pasca bencana, penanganan instalasi air di Langkahan dilakukan oleh Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Provinsi Aceh. Namun, perbaikan tersebut diperkirakan baru rampung dalam waktu enam bulan ke depan. “Artinya, setidaknya selama enam bulan ini, termasuk saat Ramadhan dan Idul Fitri, kami masih akan kesulitan air,” keluh seorang warga Tanah Jambo Aye.

Krisis air bersih ini juga disebut berdampak hingga ke rumah pribadi Bupati Aceh Utara, Ismail A Jalil (Ayah Wa), yang berada di Desa Matang Drien, Kecamatan Tanah Jambo Aye. Hal tersebut dibenarkan Kepala Desa Matang Drien, Tgk Mansur Yusuf. “Betul, di jalur rumah Ayah Wa juga tidak ada air. Saya satu jalur pipa dengan rumah bupati,” kata Tgk Mansur.

Sementara itu, Direktur Utama Perumda Tirta Mon Pase Aceh Utara, Imran ST, MSM, belum memberikan keterangan resmi terkait langkah penanganan krisis air bersih tersebut. Upaya konfirmasi melalui nomor layanan pelanggan PDAM tidak membuahkan hasil.

Petugas layanan pelanggan PDAM yang mengaku bernama Ida menyatakan tidak dapat memberikan penjelasan. “Saya tidak bisa memberi keterangan. Kalau perlu, silakan ke kantor PDAM di Lhokseumawe,” ujarnya singkat.[]

Laporan: Alamsyah Ibrahim

Logo Korpri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *