News  

593 Desa di Aceh Berstatus Tertinggal, 33 Sangat Tertinggal

Salah satu gampong berstatus sangat tertinggal di Aceh (foto: Instagram)

KabarAktual.id – Provinsi Aceh masih memiliki 593 desa tertinggal dan 33 desa lainnya berstatus sangat tertinggal. Jumlah tersebut, diklaim, menurun drastis dibanding kondisi empat tahun lalu yang masih berada di angka 193 desa.

Mengutip data yang dipublikasikan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Gampong (DPMG) Aceh, pada 2021 masih terdapat 193 gampong (desa) berstatus sangat tertinggal. Jumlah itu berkurang menjadi 77 gampong pada 2022 dan turun lagi menjadi 49 gampong pada 2023. 

Kepala DPMG Aceh, T Aznal Zahri, berkata, bahwa berdasarkan survei terakhir Juli 2024 masih tercatat 33 gampong berstatus sangat tertinggal. Pada tahun 2025, ditargetkan, seluruh gampong di Aceh terbebas dari status sangat tertinggal.

Dijelaskan, status desa sangat tertinggal dinilai berdasarkan indeks sosial, ekonomi, dan infrastruktur. Pemerintah, kata dia, telah merancang sejumlah langkah strategis untuk mengentaskan status desa sangat tertinggal melalui perbaikan dan validasi data Indeks Desa Membangun (IDM). 

Berdasarkan berbagai indikator tadi, dirincikan, sebaran desa sangat tertinggal di Aceh sebagai berikut:
Aceh Utara: 14 desa
Aceh Timur: 2 desa
Pidie Jaya: 2 desa
Bener Meriah: 1 desa
Aceh Tenggara: 3 desa
Aceh Barat: 1 desa
Aceh Jaya: 2 desa
Aceh Selatan: 2 desa
Kota Subulussalam: 1 desa
Aceh Singkil: 5 desa

Menurut Aznal, salah satu tantangan dalam pengentasan desa tertinggal adalah persoalan sikap yang berkembang di dalam masyarakat. Masih ada yang mengaitkan status gampong dengan alokasi dana desa. “Apabila status gampong meningkat, dana desa akan berkurang. “Pemahaman ini yang menyebabkan banyak yang tidak memberikan data ril gampongnya,” kata kepala DPMG Aceh dikutip, Minggu (5/1/2025).

Kesalahpahaman itu, sambung Aznal, mengakibatkan perubahan status gampong di Aceh berjalan lamban. Padahal dengan meningkatnya status, pemerintah akan memberikan penghargaan kepada gampong tersebut. “Untuk itu mari bersama bersinergi meningkatkan status gampong yang masih sangat tertinggal menjadi gampong berkembang atau maju, bahkan menjadi gampong mandiri,” ujarnya.[]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *