News  

Nama Rantis Brimob yang Lindas Ojol hingga Tewas Menggunakan Bahasa Aceh “Rimueng”

Rantis Rimueng (foto: tangkapan layar)

BRIMOB Polri menggunakan nama “Rimueng” untuk kendaraan taktis (rantis)-nya. Kata ini sebenarnya diambil dari bahasa Aceh, yang berarti “Harimau”.

Ada beberapa alasan kenapa nama hewan itu digunakan untuk rantis Brimob:

1. Simbol kekuatan dan kegagahan

Harimau adalah hewan yang identik dengan keberanian, ketangguhan, dan kegesitan. Brimob menggunakan simbol ini untuk menggambarkan karakter kendaraan yang kuat, garang, dan siap menghadapi situasi berat.

2. Kearifan lokal Aceh

Nama ini juga merupakan bentuk penghormatan terhadap kearifan lokal, karena “Rimueng” dalam budaya Aceh melambangkan penjaga, pelindung, dan sosok yang ditakuti musuh. Tidak heran, banyak satuan Brimob di Aceh menggunakan simbol Harimau pada lambang kesatuan.

3. Filosofi taktis

Seperti harimau yang mampu menyelinap, menyerang cepat, dan memiliki daya gempur tinggi, rantis “Rimueng” dirancang untuk mobilitas tinggi, perlindungan personel, serta daya tahan di medan sulit.

4. Sejarah Brimob di Aceh

Satuan Brimob punya sejarah panjang penugasan di Aceh. Karena itu, nama “Rimueng” dipandang pas untuk merepresentasikan semangat tempur sekaligus kedekatan dengan daerah yang penuh sejarah perlawanan.

Rantis Rimueng pernah digunakan oleh Bupati Pati, Sudewo, saat menemui peserta aksi unjuk rasa yang memintanya untuk mundur sebagai buntut kebijakan kenaikan PBB hingga 250 persen (foto: detikJateng)

Jadi, singkatnya, rantis Brimob diberi nama Rimueng karena ingin menampilkan citra harimau: kuat, cepat, garang, tapi juga sarat makna lokal dari Aceh.

Sejarah Singkat dan Produsen

Rantis Rimueng dikembangkan di atas basis Toyota Land Cruiser 4×4, dimodifikasi oleh pabrikan pertahanan Korea Selatan Daeji P&I Co. Ltd. (DPIC), dan juga melibatkan produksi dalam negeri oleh PT Pindad bekerja sama dengan Brimob Polri.

Nama aslinya adalah Wolf DAPC-1, namun kemudian disematkan label “Rimueng” sebagai identitas lokal Polri.

Menurut laporan, kendaraan ini mulai dioperasikan oleh Brimob sejak sekitar tahun 2013.

Fungsi Taktis dan Spesifikasi Singkat

Dirancang untuk operasi seperti patroli jarak jauh, pengendalian massa, operasi perkotaan, serta pengamanan VVIP.

Spesifikasi utama:

Mesin diesel 3.200 cc, mampu mencapai 100 km/jam di jalan raya dan menanjak di medan ekstrem kemiringan hingga 60°.

Bobot sekitar 14 ton, bodi full armor plate, kaca ketebalan NIJ level 3 (antipeluru senjata ringan).

Kapasitas mengangkut hingga 12 personel (4 di dalam, 8 berdiri di footstep luar).

Fitur persenjataan termasuk mounting gun (senapan serbu) dan dua pelontar gas air mata (volcano) kaliber 38 mm dengan 15 amunisi otomatis atau sekali tembak 5 peluru.

Menggunakan ban run-flat tire, aman bergerak meski ban rusak atau tertembus proyektil.

Mengapa Nama “Rimueng”?

Menurut Humas Brimob, penamaan ini sengaja dipilih sebagai simbol semangat tempur, mobilitas tinggi, dan solidaritas lokal dari Aceh karena Brimob memiliki sejarah panjang penugasan di wilayah tersebut.

Nama ini juga mempertegas identitas kemandirian pertahanan, sebagai produk kolaborasi lokal (PT Pindad) dengan nilai simbolis tinggi untuk korps elit Brimob.

Kesimpulan

“Rimueng” berarti harimau dalam bahasa Aceh, melambangkan kegarangan, ketangguhan, dan peran penjaga.

Nama ini pertama kali disematkan pada versi lokal Wolf DAPC-1 yang diluncurkan sejak 2013, merupakan kendaraan taktis buatan hasil kolaborasi PT Pindad dan Brimob, dengan basis Toyota Land Cruiser dan modifikasi pertahanan tinggi.

Nama tersebut dipilih secara sadar oleh Brimob sebagai penghormatan terhadap kekayaan budaya Aceh dan citra kekuatan dalam operasi keamanan nasional.[]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *