KabarAktual.id — Gubernur Aceh diwakili Sekda M Nasir melantik 200-an kepala SMA, SMK, dan SLB Negeri dari 23 kabupaten/kota di daerah itu, Senin (26/1/2026). Acara berlangsung di Anjong Mon Mata, Banda Aceh.
Dalam sambutan yang dibacakan Sekda, Gubernur menyatakan pelantikan tersebut merupakan bagian dari penataan manajemen pendidikan menengah di Aceh, dengan fokus memperkuat kepemimpinan di tingkat satuan pendidikan.
Menurutnya, kebijakan ini ditempuh untuk memastikan pelaksanaan program revitalisasi sekolah berjalan optimal tanpa terganggu pergantian pimpinan sekolah pada tahap awal. “Kepala sekolah dari satuan pendidikan yang menerima program revitalisasi tahun 2025 belum dilibatkan dalam pelantikan tahap pertama. Mereka akan mengikuti rotasi dan pelantikan tahap kedua setelah evaluasi awal program dilakukan,” ucap Sekda membacakan pidato Mualem.
Ia menjelaskan, pelantikan tahap pertama ini mencakup mayoritas kepala SMA, SMK, dan SLB Negeri yang sekolahnya tidak termasuk dalam program revitalisasi. Langkah tersebut dinilai strategis untuk penyegaran kepemimpinan sekaligus penguatan tata kelola pendidikan menengah.
Nasir menjelaskan, program revitalisasi sekolah merupakan agenda nasional dan daerah yang mencakup pembenahan sarana dan prasarana, penguatan manajemen sekolah, serta peningkatan kualitas proses pembelajaran, khususnya di SMK. “Karena itu, kepala sekolah pada satuan pendidikan penerima revitalisasi harus fokus penuh mendampingi pelaksanaan program,” ujarnya.
Pelantikan para kepsek itu dimaksudkan untuk mengisi kekosongan yang sudah berlangsung bertahun-tahun lalu. Meski demikian, sejumlah sekolah masih tetap dijabat oleh pelaksana tugas (Plt) akibat berbagai faktor.
Plt Kadisdik yang dikonfirmasi melalui Kabid GTK Junaidi, Senin (25/1/2026), terkait pengisian jabatan kepala sekolah tidak menjawab konfirmasi. Hingga artikel ini tayang, pejabat ini belum merespons pertanyaan tertulis yang disampaikan melalui WhatsApp.
Sebuah sumber di lingkungan Disdik Aceh menjelaskan, beberapa sekolah malah mengalami kekosongan kepsek setelah pelantikan. “Akibat kepsek di sekolah lama dimutasi ke sekolah lain. Akibatnya sekolah yang ditinggalkan tidak punya kepsek,” ujarnya.[]












