News  

Menteri UMKM Bangun Sumur Bor Dukung Pemulihan Pasar Pagi Aceh Tamiang

Menteri UMKM Maman Abdurrahman meninjau langsung pembangunan sumur bor bantuan pihaknya di Aceh Tamiang (foto: Ist)

KabarAktual.id — Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) RI Maman Abdurrahman membantu pembangunan lima titik sumur bor di Kabupaten Aceh Tamiang. Fasilitas itu dimaksudkan untuk mendukung pemulihan kebutuhan air bersih pascabanjir.

Pembangunan sumur bor tersebut ditinjau langsung oleh Menteri UMKM bersama Plt. Kepala Dinas Koperasi dan UKM Aceh, Zulkifli, saat kunjungan ke Kota Kuala Simpang, Senin (5/1/2026).

Dalam keterangan yang diterima KabarAktual.id, Maman Abdurrahman mengatakan pembangunan sumur bor itu difokuskan untuk mendukung operasional Pasar Pagi Kuala Simpang. Hingga kini, pasokan air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) setempat belum pulih sepenuhnya akibat dampak banjir.

Baca juga: Menteri UMKM Tinjau Pemulihan Usaha Terdampak Bencana di Aceh Tamiang

“Sumur bor ini diharapkan bisa menjadi solusi sementara agar aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya pedagang pasar, tetap berjalan meski layanan air bersih belum normal,” ujar Maman.

Selain Kementerian UMKM, sejumlah instansi lain juga telah dan akan membangun fasilitas serupa di Aceh Tamiang. Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek) sebelumnya merealisasikan pembangunan sumur bor melalui Universitas Syiah Kuala (USK) sebagai bagian dari program pengabdian dan respons kebencanaan.

Baca juga: Viral Biaya Sumur Bor Dilapor ke Presiden Rp150 Juta, Warga Sebut di Lapangan Cuma Rp 5 Juta

Polri juga turut membangun sumur bor untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat di wilayah terdampak banjir. Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama TNI Angkatan Darat berencana membangun sumur bor dengan spesifikasi lebih besar.

Sumur dalam tersebut diperkirakan menelan anggaran hingga Rp150 juta per unit dan tidak hanya ditujukan untuk kebutuhan air bersih warga, tetapi juga berpotensi dimanfaatkan untuk pengairan lahan pertanian.

Berbagai upaya lintas kementerian dan lembaga tersebut dilakukan untuk mempercepat pemulihan infrastruktur dasar serta menopang aktivitas ekonomi masyarakat Aceh Tamiang pascabanjir.[]

Logo Korpri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *