News  

Meski belum Pulih Total, 516 Sekolah di Aceh Utara Mulai Aktif Belajar

Murid SDN 16 Desa Biara Barat Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara, duduk lesehan di hari pertama sekolah, Senin (5/1/2026). Sebagian meubeler sekolah raib dibawa banjir (foto: KabarAktual.id/Alamsyah)

KabarAktual.id — Pemerintah Kabupaten Aceh Utara memastikan sebanyak 516 sekolah dari berbagai jenjang pendidikan yang terdampak banjir mulai kembali melaksanakan kegiatan belajar mengajar, Senin (5/1/2026).

Bupati Aceh Utara H. Ismail A. Jalil atau yang akrab disapa Ayah Wa menyatakan, meski kondisi masih darurat, proses pendidikan tetap diupayakan berjalan agar hak belajar siswa tidak terhenti terlalu lama.

Kepastian itu disampaikan melalui Juru Bicara Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, Tgk Muntasir Ramli. Dari ratusan sekolah terdampak banjir tersebut, sebagian sudah dapat belajar secara normal, sementara lainnya menerapkan berbagai skema pembelajaran darurat.

“Sebanyak 345 sekolah sudah belajar normal. Selebihnya masih belajar dengan pola darurat, seperti belajar lesehan, menggunakan tenda darurat, sistem bergantian, hingga kunjungan guru ke lokasi pengungsian,” ujar Ramli kepada KabarAktual.id, Senin siang.

Ia merinci, terdapat sekolah yang terpaksa melaksanakan pembelajaran lesehan akibat ruang kelas belum bisa digunakan, tiga sekolah belajar di tenda darurat, 20 sekolah menerapkan sistem belajar bergantian, serta lima sekolah menjalankan metode kunjungan ke pengungsian.

Terkait kebutuhan perlengkapan sekolah, Ramli menyebut Pemerintah Aceh Utara terus berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Dinas Pendidikan setempat.

Saat ini, siswa terdampak banjir membutuhkan sekitar 73 ribu paket perlengkapan sekolah. “Kebutuhan itu meliputi seragam, sepatu, tas, buku, alat tulis, dan perlengkapan pendukung lainnya,” katanya.

Dalam kondisi darurat ini, pemerintah juga menerapkan kurikulum fleksibel. Sebanyak 345 sekolah masih menggunakan kurikulum reguler, sementara sekolah lainnya menjalankan kurikulum darurat. Dalam skema tersebut, guru dan siswa diperbolehkan mengikuti kegiatan belajar tanpa mengenakan seragam sekolah dan menggunakan pakaian sehari-hari.

Pemerintah Kabupaten Aceh Utara turut mengapresiasi dukungan berbagai pihak dalam penanganan dampak banjir, mulai dari masyarakat, relawan, TNI/Polri, Aparatur Sipil Negara (ASN), Pemerintah Aceh, Pemerintah Pusat, hingga insan pers.“Kolaborasi semua pihak sangat membantu percepatan penanganan bencana dan pemulihan layanan dasar, termasuk pendidikan,” pungkas Ramli.[]

Alamsyah Ibrahim

Logo Korpri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *