News  

Mualem “Curhat” ke KASAD, Rakyat Dikutip Rp 10 Ribu Setiap Melewati Jembatan

KabarAktual.id – Pertemuan tim DPR RI yang dipimpin Sufni Dasco di Aceh mendapatkan berbagai masukan terkait penanganan pascabencana di daerah itu, 30 Desember 2025. Salah satu yang mengejutkan informasi yang disampaikan Gubernur Aceh Muzakir Manaf.

Gubernur yang disapa Mualem itu berbicara di sesi terakhir saat rapat hendak ditutup. Wakil ketua DPR RI Saan Mustofa yang memimpin rapat mempersilakan Mualem berbicara. “Ada yang mau disampaikan Pak Gubernur,” ujarnya.

Kesempatan itu langsung dimanfaatkan oleh Mualem yang duduk persis di sebelah Sufni Dasco. Mualem langsung meraih mik dan menyampaikan aspirasi masyarakat soal hunian sementara dan hunian tetap agar dipercepat pembangunannya.

Pada poin kedua, Mualem terlihat sangat hati-hati ketika menyampaikan soal jembatan bailey kepada KASAD dan peserta rapat. “Yang kedua, soal jembatan pak KASAD,” ucap Mualem.

Menurut gubernur, dia telah turun ke daerah-daerah guna melihat langsung jembatan yang putus. Setelah itu, Mualem terlihat mengalami kesulitan menyampaikan “uneg-unegnya”. “Bagaimana mau kita bilang ya?” ucap Mualem menyiratkan kehati-hatian.

Dari penyampaiannya itu, gubernur terlihat hendak menggambarkan keresahan masyarakat yang dipalak setiap melewati jembatan. “Setiap laluan dikenakan Rp 10 ribu. Ada dua atau tiga kali, berarti masyarakat harus membayar Rp 30 ribu,” ucap mantan Panglima GAM tersebut.

Di saat Mualem sedang menyampaikan laporan tersebut, seseorang menanyakan lokasi kejadian. Mualem kemudian menjelaskan, bahwa yang dia maksud adalah jembatan-jembatan berukuran kecil di daerah-daerah dengan panjang 4 hingga 5 meter.

Banyak jembatan di kabupaten, kata dia, putus akibat diterjang banjir. Kemudian, masyarakat dengan inisiatif sendiri membuat jembatan darurat. Saat dioperasional, masyarakat dikutip Rp 10 ribu.

Mualem meminta agar KASAD membantu pembangunan jembatan bailey di lokasi-lokasi seperti itu. Gubernur juga meminta perhatian PUPR terkait jembatan tersebut.

Mualem memberi contoh kejadian yang meresahkan itu seperti di Singkil dan Kutacane (Aceh Tenggara). Mualem juga melaporkan soal pendangkalan muara sungai (kuala) setelah banjir. Ini juga diminta untuk menjadi perhatian serius instansi terkait.[]

Logo Korpri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *