KabarAktual.id – Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala, Rina Suryani Oktari, tampil sebagai pembicara utama dalam workshop internasional yang digelar di Tohoku University, Jepang, Rabu (12/3/2026).
Workshop bertajuk International Workshop on Building Disaster-Resilient Culture through Education for Sustainable Futures itu menjadi bagian dari refleksi global memperingati 15 tahun Great East Japan Earthquake and Tsunami.
Kegiatan tersebut mempertemukan akademisi, praktisi, serta pemimpin daerah dari berbagai negara untuk membahas upaya membangun budaya masyarakat yang tangguh terhadap bencana melalui pendidikan. Forum ini mengangkat tema Interdisciplinarity, Higher Education, Communities, and Resilience sebagai pendekatan kolaboratif dalam memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi risiko bencana.
Workshop dibuka oleh Wakil Rektor Hiroo Yugami dari Tohoku University, sementara sambutan penutup disampaikan Dekan Graduate School of Education Hideki Kozima.
Dalam pemaparannya, Rina yang juga Koordinator Disaster Education Research Cluster di Tsunami and Disaster Mitigation Research Center menekankan pentingnya membangun budaya sadar bencana melalui pendidikan berkelanjutan serta keterlibatan aktif masyarakat dan generasi muda.

Ia juga membagikan pengalaman Indonesia, khususnya Aceh, dalam membangun kapasitas masyarakat melalui pendidikan kebencanaan pasca 2004 Indian Ocean Tsunami. “Membangun budaya sadar bencana bukan hanya tentang mengingat bencana yang pernah terjadi, tetapi bagaimana mentransformasikan ingatan tersebut menjadi pengetahuan, tindakan, dan ketangguhan bagi generasi mendatang,” kata Rina dalam keynote speech tersebut.
Rina juga menyampaikan refleksi khusus terkait peringatan 15 tahun bencana besar di Jepang Timur. Menurutnya, peringatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun masyarakat yang lebih tangguh terhadap bencana.
“Hari ini menandai 15 tahun sejak bencana besar Gempa dan Tsunami Jepang Timur. Doa dan pikiran kita bersama para korban dan keluarga yang ditinggalkan. Semoga kita dapat menghormati kenangan mereka dengan memperkuat komitmen terhadap ketangguhan, kesiapsiagaan bencana, serta kepedulian satu sama lain,” ujarnya.
Workshop ini juga menghadirkan sejumlah pembicara internasional, di antaranya Rika Yorozu dari UNESCO Bangkok serta Winai Sony yang mewakili Wali Kota Chiang Rai, Thailand.
Diskusi panel dalam kegiatan tersebut dimoderatori oleh Greg Misiaszek dari Graduate School of Education Tohoku University, dengan menghadirkan sejumlah pakar internasional seperti Jing Liu, Weiyan Xiong dari The Education University of Hong Kong, serta Masashige Motoe.
Partisipasi Rina dalam forum akademik tersebut menunjukkan kontribusi aktif akademisi Universitas Syiah Kuala dalam pengembangan pendidikan kebencanaan serta penguatan kolaborasi global untuk membangun masyarakat yang lebih tangguh menghadapi bencana. Forum ini juga menjadi ruang berbagi pembelajaran lintas negara tentang peran pendidikan sebagai fondasi utama dalam membangun budaya kesiapsiagaan bencana di masa depan.[]












