News  

MBG Terbuang Senilai Rp 1,2 Triliun Tiap Pekan, Sudah Seharusnya Dihentikan

KabarAktual.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menuai sorotan tajam. Studi internal Center of Economic and Law Studies (CELIOS) mengungkap potensi kerugian negara akibat makanan terbuang dalam program tersebut bisa mencapai Rp 1,27 triliun setiap pekan.

Peneliti CELIOS Isnawati Hidayah mengatakan, besarnya potensi kerugian itu disebabkan tingginya jumlah porsi makanan yang tidak dikonsumsi atau ditolak oleh penerima manfaat, khususnya anak-anak. “Kalau kita membicarakan MBG memang tidak ada habisnya. Banyak sekali keresahan terutama dari para orang tua. Makanannya itu banyak yang dibuang dan belum ada yang bisa meng-capture sebenarnya loss-nya itu seberapa,” kata Isnawati dalam konferensi pers, Senin (23/2).

Logo Korpri

Menurut dia, CELIOS melakukan simulasi perhitungan dengan dua skenario, yakni minimal dan maksimal. Dalam skenario minimal, sebanyak 62 juta porsi makanan diperkirakan terbuang setiap minggu dengan nilai kerugian sekitar Rp 622 miliar.

Sementara dalam skenario maksimal, potensi kerugian negara dapat mencapai Rp 1,27 triliun per minggu apabila tingkat penolakan makanan lebih tinggi. “Kalau kita menggunakan asumsi penolakan maksimal, itu bisa mencapai Rp 1,27 triliun setiap minggunya,” ujarnya.

Isnawati menjelaskan, penolakan makanan dipicu berbagai faktor, mulai dari rasa yang tidak sesuai selera, kebersihan yang diragukan, hingga kualitas gizi yang dinilai belum memadai.

Padahal, pemerintah telah mengalokasikan anggaran besar untuk program tersebut. Pada kuartal pertama tahun ini, belanja MBG direncanakan mencapai Rp 62 triliun. Sementara sepanjang tahun lalu, realisasi anggaran tercatat sebesar Rp 51,5 triliun.

CELIOS menilai, besarnya nilai makanan yang terbuang menunjukkan program tersebut belum efektif dan berpotensi menjadi pemborosan anggaran negara dalam skala masif. Bahkan, dalam skenario minimal, dana yang terbuang setiap bulan setara dengan pembayaran iuran BPJS Kesehatan bagi sekitar 15,5 juta jiwa selama satu bulan.

Sedangkan dalam skenario maksimal, nilainya setara iuran BPJS bagi sekitar 31,6 juta jiwa. “Jadi sebenarnya uang yang terbuang sebanyak itu dalam perminggunya, kalau kita asumsikan satu bulan saja, bisa untuk membayar BPJS masyarakat secara gratis,” kata Isnawati.

Atas temuan tersebut, CELIOS merekomendasikan pemerintah untuk menghentikan sementara program MBG dan melakukan evaluasi menyeluruh. Mereka juga mendesak dilakukannya reformasi total tata kelola, audit transparan, serta perbaikan sistem distribusi guna mencegah kerugian negara yang lebih besar. “Rekomendasi kami konsisten, yaitu moratorium, reformasi total MBG, dan audit transparan evaluasi, sehingga mencegah pemborosan uang rakyat yang lebih besar,” kata Isnawati.[]

Logo Korpri Logo Korpri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *