News  

Reses DPRK Banda Aceh Diserbu Keluhan Moral Remaja, HIV hingga Mahar Nikah Melambung

KabarAktual.id – Isu degradasi moral remaja, kekhawatiran penularan HIV, fenomena LGBT di kalangan generasi muda, hingga tingginya mahar pernikahan mencuat dalam reses Ketua Komisi IV DPRK Banda Aceh, Farid Nyak Umar, Rabu (11/2/2026). Berbagai persoalan sosial itu disampaikan para da’i, da’iyah, dan muhtasib gampong yang menilai kondisi tersebut kian meresahkan masyarakat ibu kota Provinsi Aceh.

Reses tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Syariat Islam (DSI) Kota Banda Aceh, Alimsyah, beserta jajaran kepala bidang. Dalam pertemuan itu, peserta menyampaikan sejumlah persoalan yang dinilai berkembang di tengah masyarakat.

Salah satu isu yang mengemuka adalah meningkatnya kasus penularan HIV yang dinilai meresahkan para orang tua. Selain itu, peserta juga menyoroti fenomena LGBT di kalangan generasi muda yang dianggap perlu mendapat perhatian serius.

Persoalan lain yang disampaikan yakni maraknya warung kopi yang beroperasi selama 24 jam. Kondisi itu dinilai menjadi tempat berkumpulnya muda-mudi hingga dini hari. “Masyarakat mengeluhkan adanya aktivitas yang dinilai menjurus pada pelanggaran syariat Islam, seperti adanya muda-mudi hingga jelang subuh,” ujar Farid.

Menurut peserta, kondisi tersebut mencerminkan degradasi moral dan menimbulkan kekhawatiran, terlebih Banda Aceh merupakan kota yang menerapkan syariat Islam. Mereka meminta legislatif dapat meneruskan persoalan kenakalan remaja tersebut kepada Pemerintah Kota Banda Aceh untuk ditindaklanjuti.

Selain isu sosial, warga juga menyoroti tingginya mahar pernikahan yang dinilai memberatkan generasi muda. Kenaikan harga emas disebut berdampak langsung pada besaran mahar.

Warga mengusulkan adanya penyesuaian adat terkait mahar agar tidak terlalu tinggi dan dapat disesuaikan dengan kondisi harga emas saat ini. Langkah itu dinilai penting untuk memudahkan pemuda melangsungkan pernikahan. “Tingginya mahar dikhawatirkan membuat generasi muda menunda pernikahan dan berpotensi menimbulkan masalah sosial,” ujarnya.

Farid yang juga Ketua DPD PKS Kota Banda Aceh mengatakan, reses tersebut bertujuan menyerap aspirasi masyarakat, khususnya dari kalangan da’i, da’iyah, dan muhtasib gampong.Ia menyebut masyarakat berharap Pemerintah Kota Banda Aceh meningkatkan sosialisasi dan edukasi program syariat Islam agar potensi pelanggaran dapat diantisipasi lebih dini.

Farid menegaskan seluruh masukan yang disampaikan akan ditampung dan menjadi bahan pembahasan bersama pihak terkait untuk ditindaklanjuti.[]

Logo Korpri Logo Korpri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *