KabarAktual.id – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan pasokan bahan bakar minyak (BBM) nasional dalam kondisi aman dan melimpah, menyusul kabar kekosongan stok di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) swasta milik Shell.
Menurut Bahlil, ketersediaan berbagai jenis BBM, mulai dari bensin beroktan RON 92, RON 95, RON 98 hingga solar, tidak mengalami kendala di tingkat nasional. Ia menilai persoalan yang dihadapi Shell lebih kepada urusan bisnis antarperusahaan. “Saya pikir semuanya ada ya, RON 92, RON 95, RON 98 semuanya ada kok, solar juga ada. Jadi tinggal dilakukan B2B saja,” kata Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (11/2/2026).
Saat ditanya terkait izin impor BBM Shell yang belum diterbitkan Kementerian ESDM, Bahlil belum memberikan penjelasan rinci. “Nanti coba saya cek ya,” ujarnya singkat.
Sebelumnya, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menyampaikan bahwa izin impor BBM tahun 2026 untuk Shell masih dalam tahap evaluasi. Hal itu berkaitan dengan proses pengajuan kuota impor yang diajukan perusahaan tersebut.
“Kalau yang Shell khusus masih dievaluasi. Kita evaluasi juga pada saat mereka order. Kan kemarin tahun 2025 ini sudah order, ini sudah order. Nah ini ada yang tidak order-order, kita evaluasi dong,” ujar Laode di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (6/2/2026).
Terkait kemungkinan penambahan kuota impor BBM bagi badan usaha swasta, Laode menyebut besarannya diperkirakan tidak jauh berbeda dari tahun sebelumnya. Pada 2025, kuota impor BBM swasta tercatat naik sekitar 10 persen dibandingkan 2024. “Kuota saya jawab satu kata, mirip tahun 2025,” kata Laode.
Ia juga menambahkan, kebijakan izin impor BBM tahun ini akan diterbitkan setiap enam bulan. Skema tersebut diterapkan untuk memberi ruang bagi pemerintah memantau dinamika konsumsi BBM nasional sekaligus memberikan kepastian waktu bagi badan usaha dalam mengajukan perpanjangan izin.[]












