News  

Profil Tri Andayani, Dirut PELNI Dengan Gaji Seperempat Miliar per Bulan

Tri Andayani (foto: dok. PELNI)

Tri Andayani merupakan salah satu sosok perempuan inspiratif di jajaran pemimpin Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Perempuan yang akrab disapa Anda ini dikenal sebagai profesional tangguh dengan spesialisasi di bidang keuangan dan transportasi laut, serta rekam jejak panjang di berbagai perusahaan pelat merah.

Sejak 25 Februari 2022, Tri Andayani resmi menjabat sebagai Direktur Utama PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau PELNI. Penunjukan tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri BUMN Nomor SK-57/MBU/02/2022 serta diperkuat melalui hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada tanggal yang sama.

Biodata Singkat

Nama lengkap: Tri Andayani

Nama panggilan: Anda

Tempat, tanggal lahir: Jakarta, 29 Juli 1973

Zodiak: Leo

Media sosial: Instagram @anda.triandayani

Pendidikan:Sarjana Akuntansi, STIE Perbanas Jakarta (1996)Magister Manajemen, Universitas Gadjah Mada (2000)

Jabatan saat ini: Direktur Utama PT PELNI (Persero)

Perjalanan Karier

Karier profesional Tri Andayani dimulai di sektor perbankan. Ia mengabdi selama 15 tahun di Bank Negara Indonesia (BNI) pada periode 2000–2015. Pengalaman panjang di dunia keuangan inilah yang menjadi fondasi kuat bagi langkahnya menembus berbagai posisi strategis di BUMN lintas sektor.

Pada 2015, ia dipercaya menjabat sebagai Direktur Keuangan PT Len Industri (Persero), lalu berlanjut sebagai Direktur Operasi di perusahaan yang sama hingga 2017.

Setelah itu, Anda bergabung dengan PT PELNI (Persero) sebagai Direktur Keuangan pada periode 2017–2019. Di waktu yang hampir bersamaan, ia juga dipercaya menjadi Komisaris Independen PT Sarana Bandar Nasional (2018–2022), bahkan kemudian menjabat Komisaris Utama di perusahaan tersebut hingga Maret 2023.

Tak hanya di sektor transportasi, Tri Andayani juga sempat merambah industri farmasi sebagai Direktur Marketing PT Phapros Tbk pada 2021–2022. Pengalaman lintas industri ini semakin memperkaya perspektif kepemimpinannya.

Puncak kariernya sejauh ini adalah saat ia dipercaya memimpin PELNI sebagai direktur utama — sebuah perusahaan pelayaran nasional yang memegang peran vital dalam konektivitas antarpulau di Indonesia.

Kompensasi sebagai Direktur Utama PELNI

Berdasarkan Laporan Tahunan 2024, Tri Andayani menerima kompensasi sekitar Rp245.209.577 per bulan. Jumlah tersebut mencakup:

Gaji pokok: Rp232.000.000

Tunjangan rumah: Rp27.500.000

Jamsostek JHT: Rp5.190.000

Jamsostek JP: Rp100.423

Selain itu, ia juga memperoleh tantiem/bonus kinerja sebesar Rp1.488.280.470 yang dibayarkan satu kali sepanjang tahun 2024.

Harta Kekayaan

Berdasarkan laporan LHKPN terbaru, total harta kekayaan Tri Andayani tercatat sebesar Rp27.853.714.191 tanpa hutang.

Sebagian besar kekayaannya berasal dari aset properti senilai Rp19,8 miliar, yang terdiri dari:

Tanah & bangunan di Bekasi (hasil sendiri) – Rp3,5 miliar

Tanah 900 m² di Jakarta Timur (hibah dengan akta) – Rp10,8 miliar

Tanah & bangunan di Jakarta Timur (warisan) – Rp5,5 miliar

Ia juga memiliki sejumlah kendaraan, antara lain:

Honda CR-V Prestige 2019 – Rp240 juta

Mercedes Benz E 300 2018 – Rp700 juta

Motor Yamaha 2019 – Rp7,85 juta

Selain itu terdapat harta bergerak lainnya, surat berharga, dan kas dengan total miliaran rupiah.

Sosok Pemimpin Perempuan di Industri Strategis

Karier Tri Andayani menunjukkan bagaimana kompetensi di bidang keuangan dapat menjadi pintu masuk menuju kepemimpinan di sektor-sektor strategis nasional. Dengan pengalaman lintas industri — perbankan, manufaktur teknologi, pelayaran, hingga farmasi — ia menjadi contoh nyata kepemimpinan perempuan yang adaptif, profesional, dan berpengaruh di lingkungan BUMN.

Di bawah kepemimpinannya, PELNI diharapkan terus memperkuat peran sebagai tulang punggung transportasi laut nasional, sekaligus meningkatkan kualitas layanan bagi masyarakat Indonesia.[]

Logo Korpri Logo Korpri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *