News  

Aceh Serahkan Dokumen R3P ke BNPB, Butuh Rp153,3 untuk Pemulihan Pascabencana

Kayu gelondongan yang dibawa banjir Aceh 26 November 2025 (foto: Ist)

KabarAktual.id – Pemerintah Aceh memperkirakan kebutuhan anggaran pemulihan pascabanjir dan tanah longsor yang melanda 18 kabupaten/kota pada akhir November lalu mencapai Rp153,3 triliun. Angka tersebut tertuang dalam dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) yang telah diserahkan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Juru Bicara Pemerintah Aceh Muhammad MTA menjelaskan, dokumen R3P diserahkan kepada BNPB pada Selasa, 3 Februari 2026, dan telah disahkan oleh Gubernur Aceh Muzakir Manaf. Dokumen itu memuat data kerusakan, kerugian, serta rencana pemulihan secara menyeluruh.

“Dari dokumen R3P yang telah kita sampaikan, pemulihan Aceh pascabencana membutuhkan anggaran Rp153,3 triliun,” kata MTA dalam keterangannya, Minggu (8/2/2026).

Berdasarkan rekapitulasi dalam dokumen tersebut, kebutuhan anggaran terbagi dalam beberapa kewenangan. Pemerintah pusat melalui kementerian/lembaga diperkirakan menanggung Rp41,8 triliun.

Sementara itu, kewenangan Pemerintah Aceh sebesar Rp22 triliun, pemerintah kabupaten/kota Rp60,43 triliun, serta masyarakat dan dunia usaha Rp29 triliun.

MTA menjelaskan, tim dari Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas RI telah berada di Aceh untuk melakukan rapat koordinasi bersama Pemerintah Aceh guna menyelaraskan dokumen R3P. Saat ini BNPB masih melakukan verifikasi administrasi terhadap seluruh dokumen yang diajukan.

Setelah itu, BNPB akan melakukan verifikasi faktual di lapangan berdasarkan data dalam dokumen tersebut. Hasil verifikasi tersebut selanjutnya akan diteruskan ke Bappenas sebagai bagian dari persiapan program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.

“Setelah verifikasi faktual dilakukan, BNPB akan meneruskan kepada Bappenas RI dalam rangka persiapan rehab-rekon pascabencana,” ujarnya.

Ia menambahkan, berbagai langkah pemulihan darurat dan transisi menuju pemulihan terus dilakukan oleh pemerintah pusat dan daerah. Pemerintah Aceh berharap proses pemulihan dapat berjalan cepat agar masyarakat segera bangkit dari dampak bencana.

“Dalam berbagai kesempatan gubernur selalu berharap agar semua komponen terus bersatu demi Aceh yang lebih baik dan bangkit dari bencana ini,” kata MTA.

Sejumlah daerah dilaporkan mengalami dampak parah akibat banjir bandang dan tanah longsor, di antaranya Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, Bireuen, Pidie Jaya, serta wilayah Gayo. Beberapa daerah telah memasuki masa transisi darurat ke pemulihan, sementara Aceh Tamiang masih berstatus tanggap darurat hingga 17 Februari mendatang.[]

Logo Korpri Logo Korpri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *