KabarAktual.id – Seorang oknum ASN Dinas Syariat Islam Aceh diduga melakukan pelecehan seksual terhadap seorang mahasiswi di dalam kendaraan umum rute Nagan Raya–Banda Aceh. Korban mengaku digerayangi saat tertidur di mobil penumpang, bahkan pelecehan berlanjut ketika korban turun dari kendaraan.
Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu, 1 Februari 2026, sekitar pukul 01.30 WIB dini hari, saat korban dalam kondisi tertidur di dalam mobil penumpang. Menurut keterangan pihak keluarga korban, pelaku diduga meraba bagian intim korban hingga membuat korban terbangun dan berteriak di dalam kendaraan. Namun, tindakan tidak senonoh itu disebut tidak berhenti di situ.
“Ketika korban turun untuk membeli makanan, pelaku kembali melakukan pelecehan dengan sengaja menempelkan alat kelaminnya ke tangan korban. Korban menangis dan mengalami trauma,” ujar paman korban kepada wartawan, Selasa (3/2/2026).
Atas kejadian tersebut, korban telah melaporkan dugaan pelecehan seksual itu ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Aceh. Laporan tercatat dengan Nomor STTLP/B/26/II/2026/SPKT/Polda Aceh, tertanggal 2 Februari 2026, untuk diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Pihak keluarga menyebutkan, terlapor NI merupakan warga asal Kabupaten Nagan Raya dan saat ini bekerja sebagai ASN pada Dinas Syariat Islam Aceh.
Keluarga korban memastikan akan mengawal kasus tersebut hingga tuntas. Selain mendorong proses hukum pidana, korban juga akan mendapatkan pendampingan psikologis untuk pemulihan trauma. “Kami ingin pelaku diproses hukum agar ada efek jera. Korban juga akan kami bawa ke psikolog,” tegas paman korban.
Selain itu, pihak keluarga mendesak Gubernur Aceh, Sekretaris Daerah Aceh, Kepala Badan Kepegawaian Aceh, Kepala Dinas Syariat Islam Aceh, serta Inspektorat Aceh agar segera memproses NI melalui mekanisme sidang kode etik dan disiplin ASN.
Sementara itu, Kepala Dinas Syariat Islam Aceh, Zahrol Fajri, belum memberikan tanggapan terkait dugaan kasus tersebut. Hingga berita ini diturunkan, pesan WhatsApp yang dikirim wartawan tidak dibalas, dan panggilan telepon seluler juga tidak dijawab.[]












