KabarAktual.id — Bupati Pati Sudewo membantah terlibat dalam kasus dugaan pemerasan pengisian jabatan perangkat desa yang menjerat dirinya. Ia mengklaim tidak mengetahui praktik pungutan tersebut dan merasa dikorbankan secara politik.
Sudewo menganggap dirinya dikorbankan. “Saya betul-betul sama sekali tidak mengetahui,” kata Sudewo saat digelandang ke Rutan KPK, Selasa (20/1/2026).
Sudewo berdalih seleksi perangkat desa baru direncanakan pada Juli 2026 karena keterbatasan anggaran gaji dalam APBD Kabupaten Pati. Menurutnya, tidak mungkin ada proses pengisian jabatan sebelum anggaran tersedia.
Ia juga menuding operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK di Kecamatan Jaken sarat kepentingan politik. Sudewo menyebut mayoritas kepala desa di wilayah tersebut merupakan lawan politiknya pada Pilkada sebelumnya.
Meski demikian, KPK memastikan proses hukum berjalan berdasarkan alat bukti yang cukup. Keempat tersangka kini ditahan di Rutan Cabang Gedung Merah Putih KPK selama 20 hari pertama, terhitung sejak 20 Januari hingga 8 Februari 2026.
KPK juga mengimbau calon perangkat desa lain yang merasa menjadi korban pemerasan untuk kooperatif memberikan keterangan guna memperluas pengungkapan perkara.[]












