KabarAktual.id — Pemerintah Aceh akan melengkapi jembatan bailey Kuta Blang, Kabupaten Bireuen, yang berada di ruas Jalan Nasional Banda Aceh–Medan, dengan timbangan truk. Tujuannya untuk memastikan kendaraan yang melintas tidak melebihi batas tonase jembatan darurat tersebut.
Kebijakan ini disampaikan Juru Bicara Pemerintah Aceh, Muhammad MTA, dikutip, Senin (19/1/2026). Keputusan melengkapi jembatan dengan alat timbangan diambil setelah insiden patahnya lantai jembatan akibat dilintasi truk dengan muatan melebihi kapasitas yang ditentukan.
Muhammad MTA menjelaskan, pelarangan truk tronton melintasi jembatan bailey Kuta Blang dilakukan demi kepentingan bersama dan kelancaran arus lalu lintas. Kebijakan tersebut diambil berdasarkan temuan di lapangan yang menunjukkan kelebihan muatan sebagai penyebab utama kerusakan lantai jembatan, yang sempat mengganggu lalu lintas di jalur nasional tersebut.
“Untuk keselamatan pengguna jalan dan menjaga fungsi jembatan darurat, pembatasan kendaraan tertentu harus diterapkan, khususnya truk dengan potensi kelebihan tonase,” kata Muhammad MTA.
Ia menyebutkan, Pemerintah Aceh telah berkoordinasi dengan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) serta Kementerian Perhubungan terkait penyediaan timbangan truk. Saat ini, lokasi penempatan timbangan masih dalam tahap koordinasi agar memenuhi syarat teknis dan representatif untuk proses penimbangan kendaraan.
Menurut Muhammad MTA, Kementerian Perhubungan telah menyiapkan dua unit timbangan truk yang akan ditempatkan di dua titik, masing-masing dari arah Lhokseumawe dan dari arah Banda Aceh. Timbangan tersebut akan digunakan untuk memastikan berat kendaraan, termasuk truk tronton, tidak melampaui kapasitas jembatan bailey.
Pemerintah Aceh berharap para pengusaha armada angkutan barang dan para sopir dapat mematuhi ketentuan tonase demi kepentingan bersama. Selama ini, kata MTA, petugas di lapangan masih menggunakan estimasi empiris untuk menilai muatan kendaraan. “Berdasarkan sejumlah kasus over load yang merusak lantai jembatan, kebijakan penempatan timbangan truk ini akan segera direalisasikan,” ujarnya.
Sambil menunggu timbangan truk beroperasi, Pemerintah Aceh mengimbau seluruh pengguna jalan untuk mematuhi arahan petugas di lapangan demi menjaga keselamatan dan kelancaran lalu lintas. “Berbagai langkah pemulihan terus dilakukan demi pelayanan publik dan infrastruktur Aceh yang lebih baik,” demikian Muhammad MTA menutup pernyataannya.[]












