KabarAktual.id — Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Banda Aceh melantik jajaran Dewan Pengurus Cabang (DPC) di sembilan kecamatan se-Kota Banda Aceh. Pelantikan berlangsung di Hotel Grand Mahoni, Banda Aceh, Minggu (11/2/2026).
Pelantikan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Musyawarah Cabang (Muscab) VI PKS Banda Aceh yang mengusung tema “Kokoh Bersama Majukan Banda Aceh”. Sebanyak 45 pengurus DPC yang terdiri dari Ketua, Sekretaris, Bendahara, Ketua Bidang Kaderisasi Anggota Partai (BKAP), serta Ketua Bidang Perempuan dan Keluarga (BIPEKA) resmi dikukuhkan.
Prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah dipimpin Ketua DPD PKS Banda Aceh, Farid Nyak Umar, didampingi Sekretaris DPD, Faisal Qasim.
Acara ini dihadiri jajaran pimpinan dan struktur PKS Banda Aceh, di antaranya Ketua Majelis Pertimbangan Daerah (MPD) Irwansyah, Ketua Dewan Etik Daerah (DED) Mubashirullah, Ketua Fraksi PKS DPRK Banda Aceh Tuanku Muhammad, serta sejumlah pengurus bidang dan anggota Fraksi PKS DPRK Banda Aceh.
Dalam sambutannya, Farid Nyak Umar menegaskan pelantikan ini menjadi momentum konsolidasi internal partai untuk memperkuat pelayanan kepada masyarakat.
Ia menyebut tahun 2026 sebagai fase konsolidasi dan akselerasi gerak PKS di tingkat kecamatan. “Pelantikan ini bukan sekadar seremoni, tetapi awal penguatan peran PKS agar kehadirannya benar-benar dirasakan masyarakat Banda Aceh,” ujar Farid.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi dengan tokoh masyarakat, pemerintah, dan organisasi kemasyarakatan dalam menjalankan fungsi pelayanan publik.
Pelantikan serentak di sembilan kecamatan ini, lanjut Farid, merupakan langkah strategis untuk memperkuat struktur partai hingga tingkat akar rumput. PKS menargetkan peningkatan efektivitas program pelayanan masyarakat, termasuk advokasi sosial, pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi.
Selain pelantikan, Muscab VI PKS Banda Aceh juga diisi dengan sesi peningkatan kapasitas pengurus. Materi disampaikan oleh Badan Pengurus Harian DPD PKS Banda Aceh serta sejumlah ketua bidang, mencakup penguatan ideologi partai, strategi pelayanan publik, peran perempuan, dan pemanfaatan teknologi digital dalam komunikasi politik.
Menutup kegiatan, Farid Nyak Umar mengajak seluruh pengurus yang baru dilantik untuk menjaga soliditas organisasi dan bekerja secara kolektif dalam melayani masyarakat Banda Aceh.[]












