KabarAktual.id – Selama ini hanya masyarakat Aceh yang dizalimi oleh kebijakan harga tiket pesawat yang mahal. Penderitaan yang kunjung ditangani pemerintah itu akhirnya diungkapkan sendiri oleh pejabat tinggi negara.
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa pihaknya sempat mengirim relawan kesehatan ke Aceh melalui Malaysia lantaran harga tiket penerbangan yang lebih terjangkau dibandingkan rute domestik.
Hal itu disampaikan Budi saat rapat koordinasi Satuan Tugas (Satgas) Pemulihan Bencana DPR bersama pemerintah, Sabtu (9/1). Ia mengatakan, setiap dua pekan Kemenkes mengirim sekitar 700 hingga 800 relawan kesehatan ke wilayah Sumatra.
“Yang penting jalan. Kita kirim lewat Malaysia karena lebih murah. Tiketnya bisa Rp2 juta sampai Rp3 juta,” ujar Budi dalam rapat yang disiarkan melalui kanal YouTube DPR RI.
Budi menuturkan, pada satu kesempatan sekitar 400 relawan Kemenkes masuk ke Aceh melalui Malaysia dengan mengenakan seragam biru. Momen tersebut sempat terekam dan beredar luas di media sosial hingga disalahartikan sebagai relawan asal Malaysia.
Budi mengatakan, bahwa tim relawan Kemenkes sempat dikira relawan Malaysia seperti pernah viral di Instagram. “Alhamdulillah relawan kesehatan Malaysia datang, padahal itu relawan Kemenkes,” katanya.
Di kesempatan lain, Budi juga menyoroti mahalnya harga tiket penerbangan domestik, khususnya rute Jakarta–Medan, yang dinilai lebih mahal dibandingkan penerbangan melalui Malaysia.
Ia pun meminta Satgas Pemulihan Bencana mempertimbangkan pemberian tarif khusus bagi relawan kesehatan yang ditugaskan ke daerah terdampak bencana, terutama di Sumatra, agar distribusi tenaga medis dapat berjalan lebih efektif.
“Kalau bisa diatur harga khusus untuk relawan. Mereka juga membawa banyak perbekalan,” ucapnya.
Persoalan mahalnya tiket penerbangan dari dan ke Aceh bukan hal baru. Masalah ini telah berlangsung sejak lama dan kerap dikeluhkan masyarakat. Bahkan, sempat viral di media sosial kisah warga Aceh yang harus terbang melalui Malaysia terlebih dahulu untuk mengunjungi anaknya di Jakarta karena biaya penerbangan domestik yang jauh lebih mahal.[]












