News  

Kalah Debat Soal Ijazah, Kubu Jokowi Dituding Serang Media

Andi Azwan di acara Rakyat Bersuara iNews TV (foto: tangkapan layar)

KabarAktual.id — Kuasa hukum Roy Suryo dan kawan-kawan, Ahmad Khozinudin, menilai kubu mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak mampu membangun argumentasi yang kuat dalam menghadapi polemik dugaan ijazah palsu yang telah bergulir selama berbulan-bulan. Ketidakmampuan tersebut, mendorong mereka menyerang media yang menayangkan debat terbuka soal isu tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Khozinudin melalui keterangan tertulis yang diterima wartawan, Kamis (1/1/2025). Sejak awal polemik mencuat, kata dia, kubu Jokowi tidak menunjukkan kemajuan berarti dalam menyusun argumen yang logis dan mudah dipahami publik.

Sebaliknya, menurut Khozinudin, komunikasi yang dibangun dinilai monoton dan berbelit-belit.
“Kubu Jokowi hanya mengulang-ulang pernyataan yang menjemukan, dengan pola komunikasi yang berbelit-belit sehingga sulit dipercaya sebagai sebuah kebenaran,” ujarnya.

Baca juga: Arsip Membuktikan, tak Ada Nama Jokowi di Daftar Sipenmaru UGM Tahun 1980

Ia menilai, lemahnya basis argumentasi tersebut terlihat dari respons kubu Jokowi yang lebih banyak bersifat reaktif. Alih-alih memperkuat penjelasan substantif kepada publik, mereka justru meluapkan kekecewaan kepada media massa.

Menurut pengacara ini, dalam beberapa kesempatan, narasumber dari kubu Jokowi tercatat melayangkan komplain terbuka terhadap stasiun televisi yang menayangkan program diskusi terkait isu ijazah Jokowi. Komplain itu, kata dia, kerap disampaikan dengan cara yang tidak elok dan bernada menyerang.

Khozinudin secara khusus menyinggung program Rakyat Bersuara di iNews TV yang dipandu Aiman Witjaksono. Ia mengklaim, kubu Jokowi bahkan menyimpan keinginan agar program tersebut dihentikan karena dinilai merugikan posisi mereka. “Pada kasus Rakyat Bersuara, kubu Jokowi memendam kemarahan dan ingin agar program itu dibubarkan,” kata Khozinudin.

Baca juga: Di Tengah Maraknya Tudingan Ijazah Palsu, Jokowi Mendadak Kunjungi Pak Kasmudjo

Namun demikian, ia menilai terdapat kontradiksi sikap. Pasalnya, di saat mengkritik dan mempersoalkan program tersebut, perwakilan kubu Jokowi justru tetap hadir secara rutin dan aktif dalam setiap episode yang membahas isu ijazah. “Pada saat yang bersamaan, mereka selalu hadir dan bersemangat memenuhi studio iNews TV setiap kali Rakyat Bersuara mengangkat kasus ijazah palsu,” ujarnya.

Khozinudin menyimpulkan, sikap menyerang media tersebut mencerminkan kegagalan kubu Jokowi dalam menguasai substansi debat, sehingga ruang publik dan media dijadikan sasaran pelampiasan.[]

Logo Korpri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *