KabarAktual.id – Aktivis dan pegiat media sosial Syakya Meirizal mengkritik langkah Wagub Aceh Fadhlullah yang merekomendasikan penambahan pasukan BKO (bantuan kendali operasi) untuk penanganan bencana di Aceh. Kritik itu disampaikan melalui sebuah video yang viral di media sosial TikTok seperti dibagikan akun @BLACK_ROSSE03.
Dalam video tersebut, Syakya yang juga dikenal sebagai Koordinator Masyarakat Pengawal Otsus (MPO) Aceh itu mempertanyakan efektivitas dan urgensi permintaan penambahan pasukan BKO. Menurutnya, jumlah pasukan organik yang ada di Aceh saja “sudah cukup banyak”, bahkan banyak yang tidak memiliki pekerjaan.
Karena itu, ia menilai langkah Wagub meminta penambahan pasukan tersebut sebagai kebijakan yang tidak tepat. “Nyan ka salah jéb ubat droneuh pak Wagub (itu anda sudah salah minum obat, pak),” ujar Syakya dalam pernyataannya.
Baca juga: Bunda Salma: Yang Dibutuhkan Aceh Status Bencana Nasional, bukan Tambahan BKO
Ia menyampaikan bahwa yang seharusnya diminta dari pemerintah pusat bukanlah tambahan pasukan, tetapi penambahan anggaran dan alat berat. Karena, tanpa dukungan pendanaan dan peralatan mekanis yang memadai, sebanyak apa pun pasukan tidak akan mampu membersihkan lumpur hanya dengan tangan kosong.
Syakya menegaskan, “Kalau anggaran dan alat berat tidak ada, mana mungkin pasukan mengorek lumpur dengan tangan.”
Dalam rekaman video yang beredar, tidak terlihat narasi resmi dari Wakil Gubernur Aceh yang meminta tambahan pasukan BKO. Pernyataan soal tambahan pasukan justru disampaikan oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian dalam sebuah rapat resmi.
Mendagri menyatakan bahwa dalam komunikasi antara pemerintah pusat dan Pemerintah Aceh, Wagub Aceh menyarankan agar jika memungkinkan ditambah pasukan BKO sebanyak mungkin di Aceh. “Kami tadi komunikasi dengan Wakil Gubernur Aceh. Beliau menyarankan kalau bisa ditambah pasukan BKO sebanyak mungkin,” kata Tito.[][]












